Belajar Dari Kudus

Sebagai Kabupaten terkecil di Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Kudus memiliki tantangan untuk miningkatkan perekonomian dan mengurangi angka pengangguran yang ada di Kabupaten Kudus.
Untuk saat ini Kabupaten Kudus sudah berkembang pesat di sektor perekonomian,selain di sektor industri tembakau / rokok yang sudah ada sejak dulu.
Di era kempemimpinan Bupati Kudus H.Musthofa Wardoyo,kini perkembangan perekonomian di Kudus tumbuh melalui ekonomi kretif ,seperti yang di jelaskan bupati Kudus dalam  sebuah acara di Metro Tv senin malam (22/9/2014).
Bupati Kudus Musthofa mengatakan "Visi dan Misi saya adalah mengembangkan Umkm ,membangun SDM (sumber daya manusia ) melaluli pendidikan wajib belajar 12 tahun dan akses kesehatan gratis bagi warga masyarakat kudus melalui KKS (Kartu Kudus Sehat) ,serta perlindungan tenaga kerja.
Umkm menjadi point pertama yang yang saya kembangkan karena orang Kudus mempunyai filosofi "Gusjigang" yang artinya orang bagus pintar mengaji dan berjiwa dagang dan sifat pengusaha adalah adat masyarakat Kudus "imbuh Musthofa.
Selain itu ,Musthofa juga mengatakan "Kabupaten Kudus ini mempunyai produk-produk Umkm Unggulan seperti Batik Kudus,Bordir Kudus ,Jenang Kudus. Juga  PKL (pedagang kaki lima) yang menjadi aset dan mitra pemerintah Kabupaten Kudus.
Di singgung soal kontribusi terhadap pendapatan daerah,Musthofa menjelaskan "kami tidak menargetkan tentang pendapatan daerah,yang penting angka pengangguran di Kudus bisa berkurang dan menekan angka kriminalitas di Kudus.
Sementara itu ,Muhammad Nazir (dekan Undip Semarang ) yang ikut serta dalam acara tersebut berharap " Kota / Kabupaten lain di Indonesia harus bisa terinpirasi dari Kabupaten Kudus yang mampu membangun daerah melauli sektor ekonomi kerakyatan,pembangunan SDM yang baik melalui pendidikan ,kesehatan dan memberikan proteksi kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Kudus. *(Fernanda/lintaskudus)

No comments

Powered by Blogger.