KKP Berikan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan Nelayan Rembang

(Lintas Rembang) - Setelah mendapatkan bantuan bedah rumah, kini nelayan di Kabupaten Rembang mendapat bantuan alat penangkapan ikan (API) ramah lingkungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).  Bantuan tersebut disalurkan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (KKP) sebanyak 125 paket.


Bantuan itu diantaranya 112 unit gillnet permukaan, 6 unit bubu lipat rajungan, 4 unit gillnet dasar, 2 unit trammelnet monofilamen dan 1 unit bubu lipat ikan. 
Bantuan diserahkan langsung di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung Rembang, Rabu (22/11), oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja, anggota Komisi IV DPR RI Firman Subagyo, Bupati Rembang Abdul Hafidz, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Lalu M. Syafriadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kabupaten Rembang Suparman. 

Selain mendistribusikan sejumlah API ramah lingkungan, DJPT juga mendistribusikan beberapa bantuan yang diserahkan secara simbolis diantaranya kapal penangkapan ikan, bedah rumah, penyerahan klaim asuransi nelayan kepada ahli waris, pemberian kartu asuransi nelayan, penyerahan bantuan permodalan nelayan bekerjasama dengan Bank BRI, serta bantuan pendanaan usaha penangkapan ikan bekerjasama dengan Badan Layanan Umum (BLU) Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP). Setelah penyerahan bantuan secara simbolis, KKP juga mengadakan penandatanganan realisasi pendaaan usaha penangkapan ikan antara nelayan Jawa Tengah dengan BLU LPMUKP.

Sjarief mengatakan aksi KKP dan dukungan seluruh pihak dalam memberantas aktivitas penangkapan ikan ilegal membuat stok ikan semakin melimpah. Kekayaan alam ini harus dimanfaatkan oleh nelayan lokal dengan sebaik-baiknya.

Ia melanjutkan, Berkat kerjasama semua elemen dalam memberantas praktek IUU (Illegal, Unreported, and Unregulated) fishing kini stok ikan terus meningkat. Jika pada tahun 2013 potensi sumber daya ikan kita tercatat sebesar 7,31 juta ton, tahun 2015 meningkat menjadi 9,93 juta ton dan meningkat lagi menjadi 12,5 juta ton pada tahun. 

"Bantuan API ramah lingkungan ini diharapkan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memanfaatkan sumber daya ikan yang makin melimpah itu secara lestari dan berkelanjutan,"terangnya.

Ia menambahkan, pengalihan alat penangkapan ikan dari API yang tidak ramah lingkungan ke API yang ramah lingkungan sekaligus juga merupakan perwujudan religiusitas masyarakat serta mewujudkan misi keberlanjutan dan kesejahteraan.

"Kini ikan semakin banyak dan besar-besar. Menjaga laut tidak hanya tugas pemerintah tapi adalah tugas kita semua, amanat dari anak cucu kita,"imbuhnya.

Selain itu, DJPT juga bekerja sama dengan Bank BRI membuka Gerai Permodalan Nelayan (Gemonel) untuk meningkatkan skala usaha termasuk memfasilitasi pengembangan alat penangkapan ikan ramah lingkungan. Sampai saat ini BRI telah memfasilitasi permodalan untuk nelayan Rembang melalui KUR Mikro Nelayan sebesar Rp 82,57 Milyar dengan 2.494 debitur serta KUR Ritel sebesar Rp 80,09 Milyar dengan 53 debitur. (rtw)

No comments

Powered by Blogger.