Jelang Tahun Baru 2018, Konsumsi Gas Melon Terus Meningkat

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Jelang Tahun Baru 2018 mendatang, peningkatan konsumsi gas 3 kilogram atau gas melon di Kudus terus beranjak naik atau meningkat. Untuk mengantisipasinya, Dinas Perdagangan Kudus menambah pasokan gas melon untuk antisipasi lonjakan permintaan sebanyak lima LO . " Penambahan itu totalnya mencapai 2.800 tabung karena setiap LO 560 tabung," kata Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Imam Prayitno, saat dihubungi isknews.com, Jumat (29/12/17).


Menurut dia, meski ketahanan suplai dan stok LPG di Kabupaten Kudus diprediksi tidak ada gejolak, karena kebutuhan yang signifikan, namun dirinya melakukan langkah sebagai antisipasi, apabila terjadi lonjakan permintaan. "Harapannya, penambahan ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kudus jelang tahun baru. Distribusi LPG 3 kilogram untuk masyarakat ini, disalurkan melalui agen dan pangkalan resmi oleh Pertamina.”

Gas melon, lanjutnya, adalah produk subsidi yang peruntukannya hanya bagi kalangan tidak mampu atau miskin. Bagi masyarakat mampu, Pertamina menyediakan produk LPG non subsidi, yaitu Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, Elpiji 12 kg, dan LPG 50 kg untuk pelaku usaha yang membutuhkan LPG dalam jumlah besar.

"Kami terus berupaya menyalurkan LPG kepada masyarakat sesuai peruntukannya, Pemerntah menghimbau Kepada aparat sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk mengkonsumsi LPG non Subsidi. Ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk pendistribusian gas melon tepat sasaran.”

Sesuai kebijakan pemerintah pusat dan juga imbauan gubernur Jateng, ASN di lingkungan Pemprov Kudus dilarang pakai gas melon yang disubsidi pemerintah. Beralihlah ke LPG yang tidak bersubsidi. LPG non subsidi, salah satunya Bright Gas belum sepenuhnya digunakan orang kaya di Kudus ini, khususnya Kota Medan. 
“Saat ini, penggunaan LPG subsidi belum tepat sasaran. Masih banyak kalangan keluarga mampu dan pelaku usaha non UKM menggunakannya,” ungkap Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus. (DM)

No comments

Powered by Blogger.