Jelang Tahun Baru 2018 Permintaan BBM Meningkat

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Menjelang datangnya tahun baru 2018, permintaan bahan bakar bensin (BBM) di Kabupaten Kudus, mengalami peningkatan, mencapai sekitar 10 – 15 persen per hari. Peningkatan itu terjadi untuk tiga jenis BBM yang tingkat kebutuhannya oleh warga masyarakat sangat tinggi, yakni pertalite, pertamax dan premium. sedangkan untuk BBM jenis solar, permintaannya masih stabil. Di Kabupaten Kudus, sekarang ini, terdapat 19 unit SPBU yang tersebar di hampir semua kecamatan yang melayani kebutuhan konsumen dan beroperasi selama 24 jam.


Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Wiraswastawan Nasional Minyak dan Gas (Hiswanamigas) Divisi Stasiun Pelayanan Bahan Bakar Umum (SPBU) Pati, Joko Santosa, yang dihubungi isknews.com, Rabu (27/12/17), membenarkan hal itu. Menurut dia, meningkatnya permintaan BBM oleh warga masyarakat di Kudus, bahkan sudah terjadi sebelum Hari Natal 2017 lalu. Saat itu peningkatannya belum seberapa, baru sekitar 5 - 10 persen, per hari. Namun semakin mendekati tahun baru 2018, permintaan BBM itu semakin naik, hingga kini sudah mencapai sekitar 10 – 15 persen per hari.

“Meskipun terjadi kenaikan, kami menjamin tidak akan terjadi kelangkaan BBM, khususnya di eks Karesidenan Pati. Bahkan stok BBM di semua SPBU dipastikan lebih dari cukup, termasuk di Kabupaten Kudus yang jumlahnya SPBU-nya cukup banyak, mencapai 19 unit.”

SPBU sebanyak itu, lanjutnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen terhadap BBM sesuai jenis masing-masing. Data yang ada di pihaknya, kebutuhan BBM per hari di Kabupaten Kudus untuk setiap SPBU, untuk BBM jenis pertalite sebanyak 15.000 liter per hari, pertamax sebanyak 8.000 liter per hari dan premium sebanyak 10.000 liter per hari. Jadi kalau di hitung dengan jumlah SPBU, kebutuhan BBM jenis pertalite di Kabupaten Kudus, sebanyak 15.000 x 19 = 285.000 per hari, pertamax 8000 x 19 = 152.000 per hari, sedangkan premium 10.000 x 19 = 190.000 per hari.

“Untuk permintaan BBM jenis premium masih cukup tinggi, karena memang diperuntukkan bagi konsumen menengah ke bawah. Di Kabupaten Kudus, dari 19 unit SPBU yang beroperasi, hanya empat unit yang menjual BBM jenis premium, yakni SPBU di Tanggulangin, Papringan, Gondangmanis/UMK dan Klaling.” 

Mengenai keberadaan SPBU mini, Ketua DPC Hiswanamigas Divisi SPBU Pati itu, menegaskan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan BBM, terutama di lokasi atau tempat yang jauh dari SPBU, di wilayah perkotaan atau pun pedesaan. Kalau jumlah SPBU mini semakin bertambah, itu karena untuk membuka usaha SPBU mini cukup terjangkau, hanya berkisar puluhan juta rupiah. 

“Persyaratan ijin ke instansi yang berwenang pun tidak sulit. Asal bisa membeli peralatan dan menyediakan tempat yang permanen, siapa saja bisa membuka usaha SPBU mini.” (DM)

No comments

Powered by Blogger.