Kisah Suparminah Jadi Guru TK 36 Tahun, Ikhlas Mengabdi Meskipun Tak Digaji

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Suparminah (63) atau biasa dipanggil Bu Jari, adalah guru TK Pertiwi, Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo yang sangat inspiratif dan patut menjadi panutan. Sebab, ibu empat orang anak itu telah ikhlas mengabdi selama 36 tahun tanpa menuntut diangkat menjadi PNS, dan bergaji kecil hanya Rp 160 ribu per bulan.

Gaji itu tentu jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan UMR Kudus 2017 sebesar Rp 1.740.900. Meski begitu Bu Jari tetap dengan ikhlas mengajar tanpa memikirkan berapa honor yang diterimanya.

Baginya yang terpenting adalah menyalurkan ilmu kepada anak-anak, sehingga selama dirinya hidup dapat berguna untuk orang lain. "Kalau saya tidak bisa beramal dengan uang, saya amalkan ilmu saya agar bermanfaat," katanya saat ditemui ISKNEWS.COM di rumahnya.


Diceritakannya, Bu Jari mulai menjadi guru TK Pertiwi Kesambi pada 1981. Saat itu dirinya ditawari kepala desa setempat, hanya saja syaratnya harus mendapat izin terlebih dahulu kepada suami.

"Iya, dulu ditawari Pak Inggi (kepala desa) jadi guru TK. Awalnya suami tidak mengizinkan, tapi alhamdulillah setelah menghadap Pak Inggi diizinkan," ujarnya.

Suami Bu Jari yakni Sujari Ali Saputro (alm), adalah seorang pemborong. Sebelum menetap di Kesambi hidupnya selalu berpindah-pindah, karena anak pertamanya Erwin Santoso tidak bisa dipisahkan dari sang ayah.

"Erwin itu kalau pisah sama ayahnya badannya langsung panas. Jadi di manapun sang ayah mengerjakan proyek bangunan selalu ikut," tutur wanita murah senyum itu.

Akhirnya pada 1981 dia menetap di Kesambi dan menjadi guru sekaligus Kepala TK Pertiwi Kesambi. Kala itu Bu Jari mendapatkan gaji Rp 10 ribu per bulan, cukup banyak pada masanya.

Lulusan Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) itu sempat merasa kebingungan saat pertama kali mengajar. Hal itu disebabkan karena dirinya yang belum berpengalaman langsung menghadapi 65 murid.

Tapi ia bersyukur mampu secara bertahap mengajari para siswanya. "Saya itu dulunya pendiam, halus kalau bicara kayak orang keraton, tapi semenjak menjadi guru TK jadi cerewet, hehehe," tuturnya sambil tertawa lepas.

Pada 1984 akhirnya ada guru PNS yang diperbantukan di TK Pertiwi Kesambi. Pada tahun yang sama pula ia nyambi di RA Tarbiyatul Athfal dukuh Jelak. Hingga sekarang dirinya mengajar di dua sejolah tersebut dan menjadi yanf paling senior di antara yang lainnya.

Bu Jari sendiri sebenarnya sudah pensiun pada usia 60 tahun. Namun karena semangat mengajarnya masih tinggi, dirinya diberikan kehormatan tetap mengajar. "Saya merasa masih memiliki tanggungjawab, jangan sampai ilmu yang saya miliki tak tersalurkan. Selama saya masih hidup, saya akan tetap mengajar sekalipun tak digaji," tandasnya.

Diakuinya, dirinya memang sangat suka dengan anak kecil. Menurutnya berkumpul dengan anak kecil bisa membuat awet muda. Hal itu sedikit terbukti dari penampilan fisiknya yang memang terlihat awet muda. Giginya masih terlihat utuh dan putih saat tertawa.

Kepada ISKNEWS.COM Bu Jari juga bercerita mengenai suka dan duka menjadi guru TK. Menurutnya, sukanya menjadi guru TK bisa mendapatkan keberkahan berkat doa dari anak didiknya. Meskipun honor yang diterimanya tergoling sedikit, namun dia bersyukur dapat mencukupi empat anaknya.

"Dari hasil honor yang tak seberapa itu alhamdulillah bisa buat membangun gubuk saya ini. Dan empat anak saya juga bisa mengenyam pendidikan, meskipun tidak mampu menyekolahkan di perguruan tinggi," ucapnya.

Dia merasa senang dan bersyukur atas yang didapatkan. Sebab, katanya, kalau mau bersyukur pasti rizki akan semakin bertambah. Sedangkan dukanya menjadi guru TK dia menjawab tidak ada. "Selalu senang gak ada duka," pungkasnya. (MK)

No comments

Powered by Blogger.