Konsolidasi Pilkada 2017 Diwarnai Insiden "Pelecehan" Paguyuban Kepala Desa

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Rapat konsolidasi penyelenggaraan Pilkada 2018 yang digelar KPU Kudus, di GOR Bung Karno, Selasa (19/12/2017), diwarnai insiden tak mengenakkan terhadap puluhan kepala desa.

lintaskudus.isknews.com

Ketua Paguyuban Kepala Desa (PPKD) Kudus Kiswo kepada ISKNEWS.COM, Rabu (20/12/2017) menjelaskan, saat itu puluhan kepala desa menghadiri undangan dari KPU Kudus. Namun terjadi insiden penolakan yang dilakukan petugas absensi.

"Kata petugas absensi daftar absensi sudah penuh, padahal yang datang sekitar 50 kades. Bagaimanan mungkin bisa penuh padahal kadesnya baru datang, kades dapat undangan resmi dari KPU Kudus," ujarnya.

Usai mengatakan daftar absensi penuh, petugas kemudian memasukkan daftar absen beserta souvenir ke dalam mobil. Terkait hal itu Kiswo sangat menyesalkan sikap dari petugas KPU Kudus tersebut.

Bahkan dirinya menganggap ini merupakan penghinaan terhadap kades. Sebab kades merupakan salah satu unsur penting yang dapat membantu mentampaikan informasi terkait Pilkada 2018 kepada masyarakat.

Dia menambahkan, kades yang mendapat penolakan berjumlah sekitar 50 kades. Pada saat itu puluhan kades memang datang terlambat karena ada acara yang bersamaan di Hotel Griptha, mengikuti sosialisasi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"BPJS undangannya pukul 08.00 WIB sedangkan KPU Kudus pukul 09.00 WIB. Sedangkan puluhan Kades yang mendapat penolakan datang ke acara KPU sekitar pukul 12.00 WIB," imbuhnya.

Meskipun datang terlambat, lanjutnya, seharusnya tidak mendapat "pelecehan" seperti itu. Seyogyanya tetap dipersilakan masuk karena termasuk pihak yang mendapat undangan resmi dari KPU Kudus.

Dikatakannya, meskipun datang terlambat namun acara masih berjalan. Masih ada pemaparan dari narasumber. "Petugasnya itu apa tidak mengetahui kalau yang datang puluhan orang itu adalah kades? Padahal kades memakai seragam keki dan atribut lengkap," tambahnya.

Diceritakan Kiswo, awalnya dia mengira mungkin saja petugas absennya bukan dari KPU tapi dari EO. Namun pada sore hari setelah insiden itu, Kiswo mengaku dihubungi Ketua KPU Kudus Khanafi meminta maaf dan menjelaskan petugas absen adalah petugas KPU bukan EO.

Meski sudah ada permintaan maaf kepadanya via telfon dari Ketua KPU Kudus, namun menurutnya hal itu tidak cukup. Dia menanti langkah konkret dan niat baik KPU Kudus. "Ini yang dikecewakan tidak satu dua orang saja, tapi puluhan kades. Seharusnya KPU Kudus mengambil langkah yang lebih dari itu," tandasnya.

Terpisah Ketua KPU Kudus Khanafi saat dikonfirmasi ISKNEWS.COM, Rabu (20/12/2017), membenarkan insiden yang menimpa puluhan kades. Menurutnya itu merupakan miskomunikasi antara pihaknya dengan kades.

Dia juga mengaku pada saat insiden terjadi sebenarnya sudah menemui para kades dan mempersilakan masuk, hanya saja para kades menolak. "Mungkin saja sudah terlanjur kecewa," ucapnya.

Terkait insiden tersebut dirinya meminta maaf dan berjanji akan mengevaluasi seluruh anggotanya. "Kita akan jadikan insiden itu pembelajaran berharga. Semoga ke depan tidak ada masalah lagi seperti ini," pungkasnya. (MK)

No comments

Powered by Blogger.