Meski Terkendala, Pemkab Kudus Tetap Usulkan Beberapa Bangunan Jadi BCB

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Benda Cagar Budaya (BCB) merupakan peninggalan yang paling luhur untuk warisan bangsa, karena mengandung makna nilai dari budaya nenek moyang untuk kenangan sepanjang masa.


Sutiyono, Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus tahun 2017 telah mengusulkan kembali beberapa bangunan untuk menjadi benda cagar budaya (BCB) ke Kementerian Pariwisata. "Hal itu untuk mempertahankan, melestarikan, dan menjaga aset budaya yang dimiliki Kabupaten Kudus, " ujarnya saat dihubungi isknews.com, Sabtu (30/12/2017).

Jumlah BCB di Kudus sesuai SK 2006 sebanyak 89 bangunan bersejarah. Saat ini baru sekitar 19 bangunan yang masuk dari 35 bangunan yang diusulkan, Diantaranya Menara Kudus, Gapura Masjid Wali Loram Kulon, Rumah Kembar Niti Semito, sumur gentong dan lainnya.

Selain itu, Omah Mode dan Gereja St. Yohanes Evangelista juga masuk usulan namun belum mendapat persetujuan dari kementerian pariwisata. Sebab sekarang yang mengesahkan dari pusat langsung, jadi kita hanya menunggu. "Sejarah tidak boleh dilupakan atau ditinggalkan. Untuk itu, harus dirawat agar sejarah dan aset budaya yang ada di Kudus bisa tetap lestari dan terjaga dengan baik," tuturnya.

Diakui Sutiyono, butuh banyak data inventaris untuk mengusulkan kembali menjadi BCB, akan tetapi kita terkendala biaya. Dijelaskannya, Kurang adanya perhatian untuk benda cagar budaya membuat kurangnya kucuran dana untuk alokasi itu, Padahal BCB bisa menjadi aset pariwisata.

Ia mengakui, jika BCB di Kudus tidak sedikit yang milik pribadi sehingga butuh ekstra pengelolaannya. Lebih lanjut, sertifikat BCB mempunyai jatuh tempo kurang lebih selama lima tahun, apalagi bangunan bersejarah di Kota Kretek juga banyak. "Rencananya tahun depan akan diupayakan inventarisasi data untuk bangunan BCB bersejarah," ujarnya. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.