Tidak Mudah Membuktikan Terjadinya Tindak Pidana Korupsi

Lintaskudus.isknews.com, Lintas Kudus – Sekarang ini, korupsi terjadi di mana-mana, bahkan sudah masuk di berbagai aspek di tengah kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, tidak mudah untuk membuktikan terjadinya tindak pidana korupsi. 


Hal itu disampaikan oleh Kanit Tipikor Polres Kudus, Iptu Lukhar Shayin, dalam acara seminar hukum dengan tema "Strategi Efektif Pencegahan Dan Pemberantasan Korupsi Di Daerah”, Selasa (12/12 /17), di Hotel @Home, Kudus.

Kegiatan yang diselengarakan oleh LSM Lepasp (Lembaga Pemerhati Aspirasi Publik) Kudus, dalam rangka menghayubagyo peringatan hari anti korupsi 2017 itu, menampilkan tiga narasumber, yakni selain Kanit Tipikor Reskrim Polres Kudus Iptu Lukhar Shayin (Polres Kudus), adalah Kasi Intelejen Kejaksaan Kudus, Dadan Ahmad Sobari, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KIP) Provinsi Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir.

Hadir, Bupati Kudus H Musthofa, Kasat Reskrim Polres Kudus, AKP Kurniawan, kepala OPD, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan dan perwakilan SMP dan SMU/SMK se Kabupaten Kudus, kepala desa di wilayah kecamatan kota, serta ormas dan LSM. 

Menurut Lukhar, dalam korupsi, ada pelanggaran hak, baik itu menyangkut hak sosial, hak ekonomi dan lain sebagainya. Untuk pengusutan, dibutuhkan adanya kerjasama dari pejabat dinas atau instansi tempat terjadinya kasus dugaan korupsi itu. “Karena itu, jika ada petugas dari Tipikor datang ke kantor pejabat yang berangkutan, harap diterima dengan baik, karena tujuan kami untuk meminta keterangan dan dokumen-dokumen yang kami butuhkan.”

Langkah tersebut, lanjutnya, dalam upaya mencari data dan bukti kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi. Dalam bertindak, petugas berpedoman pada azas praduga tak bersalah, sehingga tidak ada alasan bagi pejabat untuk bekerjsama dengan Sat Tipikor. Keterangan dan dokumen sangat diperlukan, sebagai target awal pengusutan kasus dugaan korupsi.

“Kami mengajak kepada pejabat, bahkan juga warga masyarakat, untuk bersama-sama mencegah, agar tidak terjadi korupsi di Kabupaten Kudus.” (DM)

No comments

Powered by Blogger.