Area Parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak Akan Diperluas

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Area parkir Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Kudus (TWBK) akan diperluas. Penambahan area parkir TWBK yang lokasinya di Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu, akan dilaksanakan pada Tahun Anggaran (TA) 2018 ini, diawali pengecoran dengan anggaran Rp 6,7 miliar. Lahan yang digunakan di sebelah Barat area parkir yang sekarang, seluas sekitar 500 meter persegi. 

Kepala Bidang (Kabid) Keselamatan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Sunyoto, saat dihubungi isknews.com, Senin (29-01-2018) membenarkan hal itu. Menurut dia, perluasan area TBWK dinilai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak dan tidak bisa ditunda lagi.

“Area parkir di TBWK sekarang ini, seluas sekitar 600 meter persegi, sudah tidak mampu menampung bus peziarah. Jumlah bus peziarah itu pada bulan-kunjungan peziarah, juga pada hari libur sekolah, mencapai ratusan unit per hari,” terangnya.

Untuk tahap awal, lanjutnya, pembangunan area parkir baru yang menggunakan lahan kosong, di sebelah Barat TWBK akan dimulai dengan pengecoran, di lahan seluas sekitar 500 meter persegi. Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 6,7 juta, termasuk satu paket pekerjaan koridor untuk peziarah.



“Tujuan pembuatan koridor itu, agar para peziarah tidak kepanasan. Koridor itu akan dipasang di tempat parkir bus menurunkan peziarah, sampai ke ujung jalan masuk ke deretan kios cindera mata, hingga pangkalan becak dan ojek,” papar Sunyoto.

Terpisah, Kepala TWBK, Wiliyanto yang dihubungi isknews.com, juga membenarkan, kalau pada bulan-bulan tertentu kunjungan para peziarah, seperti bulan Suro dan Ruwah, jumlah bus pengangkut pezaiarah yang masuk ke TWBK mencapai sekitar 100 unit lebih. Kepadatan bus peziarah itu juga terjadi pada hari-hari libur sekolah.

“Bus-bus pengangkut peziarah Walisongo itu hanya transit beberapa jam di TWBK, menunggu penumpangnya yang berziarah di Makam Sunan Kudus, sebelum kemudian meneruskan perjalanan ke Makam Sunan Muria, di Desa Colo,” sebutnya.

Dalam melayani kunjungan peziarah, masih Wiliyanto, operasional TWBK berlangsung selama 24 jam. Pelayanan petugas dibagi tiga shift, yakni pagi mulai pukul 06.00 – 16.00 WIB, sore pukul 16.00 – 21.00 WIB dan malam hingga fajar mulai pukul 21.00 – 06.00 WIB.

Jumlah bus peziarah terbanyak pada pagi hingga sore, sekitar 100 unit, sore hingga malam menurun sekitar 50 unit, untuk malam hingga fajar hanya sekitar 15 – 20 unit. 

Hal itu karena bus peziarah yang akan masuk ke TWBK, sebelum pukul 24.00 WIB, memilih meneruskan perjalanan ke Colo.

“Jika singgah di TWBK, tidak bisa ziarah ke Makam Sunan Kudus karena pada jam 12 malam, Makam Sunan Kudus ditutup bagi kunjungan peziarah,” ucap Kepala TWBK Kudus itu. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.