Asal Usul Perempatan Mojopahit

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Perempatan Mojopahit merupakan sebuah perempatan yang berada 500 meter di sebelah Masjid Menara Kudus. Siapa sangka, lokasi ini menjadi saksi bisu perajalanan dakwah Sunan Kudus dan para santrinya dalam menyebarkan ajaran Islam.

Meski nama tempat tersebut tak asing bagi warga Kudus dan sekitarnya, tapi kisah dibaliknya menggelitik kami untuk menyingkap sejarah asal-usul pemberian nama tersebut. Kami pun menelusurinya hingga di Balai Desa Demangan.

Di sana kami dipertemukan dengan seorang Perangkat Desa Demangan, Nur Sahid (41). Dia mengisahkan, dahulu di Kudus terdapat sebuah pondok pesantren besar di bawah asuhan Sayyid Ja’far Shadiq atau dikenal sebagai Sunan Kudus.

“Menurut cerita dari nenek moyang saya, pesantren Sunan Kudus memiliki banyak santri. Santrinya tidak hanya dari warga lokal, namun juga berasal dari luar kota, khususnya Jawa Timur,” tuturnya, Jumat (19-01-2018).

Lanjut Nur, “Tak hanya santri, pesantren tersebut juga sering kunjungi oleh tamu-tamu yang berasal dari berbagai daerah, untuk sowan (menghadap orang yang dihormati –red) kepada Sunan Kudus.”

Dari pesantren tersebut, lahirlah alim ulama yang kemudian membantu syiar Sunan Kudus di Kota Kretek, bahkan hingga seluruh penjura Nusantara. Salah satu santri tersebut bernama Ki Demang.


“Ki Demang melakukan syiar agama Islam di wilayah Selatan Pondok Kudus. Di Selatan Pondok Kudus ada sebuah jalan kecil yang menghubugkan pondok dengan sebuah desa, dan dikenal dengan nama Desa Demangan saat ini. Sepanjang jalan tersebut dahulu banyak di dipadati pedagang,” terangnya.

Imbuh Nur, “Para pedagang menjual beraneka macam makanan, hingga oleh-oleh untuk para tamu Suanan Kudus. Pada suatu ketika, Ki Deamang menanyakan kepada pedagang-pedagang tersebut, darimana asal mereka. Dan ternyata, mereka sebagian besar berasal dari Majapahit atau yang kini kita kenal dengan Kota Mojokerto.”

Dari banyaknya pedagang yang berasal dari Majapahit atau Mojokerto, kemudian Ki Demang menyebut daerah tersebut dengan nama Majapahit, sebagaimana kita kenal hingga saat ini.

Sayangnya, hal semacam ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat sekitar. Berikut adalah beberapa jawaban dari masyarakat sekitar yang berhasil dihimpun isknews.com tentang asal-usul Perempatan Mojopahit.

Pertanyaan, Apa nama perempatan ini? “Perempatan Mojopahit,” ujar Lina (23) seorang penjual Mie Ayam di sana.

Dilanjutkan, Mengapa diberinama Perempatan Mojopahit? “Kalau saya tidak bisa cerita terkait asal usul perempatan mojopahit, karena saya bukan asli orang sini,” jawabnya.

Apakah anda tahu cerita tentang Ki Demang? “Kurang tau, tapi saya dengar Ki Demang adalah seorang ulama di daerah Menara Kudus,” pungkasnya.

Begitu pula, saat kami menanyakan kepada Saifuddin (35) seorang warga asli Demangan, tentang muasal nama perempatan tersebut. Dia dengan mudah mengatakan nama lokasi tersebut Perempatan Mojopahit. Tetapi, ketika kami menanyakan kisah dibalik nama tersebut, dia pun mengaku tidak tahu. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.