Barang Antik, Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Benda antik sering kali dikaitkan dengan keberadaan makhluk gaib. Mitos yang masih berkembang di masyarakat menyebutkan, barang antik diselubungi kekuatan supranatural atau bahkan di huni mahluk astral. Nyatanya, hal tersebut tidak berlaku dengan kolektor benda antik.

Salah satu kolektor benda antik, Zamroni (45) warga Desa Jetak Kembang, Kecamatan/Kabupaten Kudus, mengaku tertarik dengan benda-benda antik karena terdapat nilai seni tinggi. 

Tak ayal, tingginya nilai estetika ditambah kelangkaan benda tersebut membuat benda antik memiliki harga yang relatif tinggi. Hal inilah yang membuat kolektor benda antik kepincut dan memburu keberadaan benda antik.

Sebelum terjun di dunia barang antik, Zamroni mengisahkan, dahulunya ia merupakan seorang sales. Bertahun-tahun menekuni bidang marketing, tidak membuatnya luput dari aksi penipuan. Bahkan, ia pernah ditipu habis-habisan oleh rekannya sendiri, hingga membuatnya bangkrut.


“Saat itu sempat kebingungan untuk mencari pekerjaan, jadi setiap ada teman yang menawarkan pekerjaan apa saja, saya terima. Dari buruh bangunan, penggembala hingga berjualan makanan pernah saya lakukan. Hal tersebut saya lakukan semata-mata untuk menghidupi keluarga,” tuturnya saat ditemui isknews.com, belum lama ini.

Perkembangan zaman, mengubah pandangan masyarakat terhadap benda antik. Benda antik kini menjadi barang yang diburu, jumlah yang terbatas membuat harga jualnya begitu tinggi. Hal inilah yang kemudian dilirik oleh Zamroni, untuk dijadikan peluang usaha yang menggiurkan.

Berbekal pengalaman sebagai seorang kolektor benda antik, ia bertekat untuk memulai usaha jual beli benda antik pada 2003 silam. Awalnya, ia berkeliling dari kampung ke kampung untuk mencari benda-benda antik, termasuk dari kolektor barang antik yang bosan dengan koleksinya.

Benda yang ia dapatkan dari kolektor, kemudian dibersihkan kembali agar terlihat bagus dan menarik. Barang tersebut, kemudian ia jual kembali dengan harga yang variatif dari 30 ribu hingga puluhan juta rupiah.

Bertahun-tahun menggeluti dunia benda antik, saat ini usahanya telah dikenal banyak orang. Bahkan, ia telah mengembangkan pemasarannya secara online di sosial media. Pembelinya pun tidak hanya dari Kudus dan sekitarnya saja, tetapi sejumlah kolektor barang antik di luar Jawa.

“Tak heran jika pepatah mengatakan mulai bekerjalah dari apa yang kamu cintai, maka kamu tidak akan bosan dengan pekerjaanmu,” pungkas ayah satu anak itu. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.