Bunga Bukan Sekedar Simbol Adat, Juga Sebuah Usaha Warisan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Bunga merupakan salah satu benda yang dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan seseorang, baik wujud sedih maupun bahagia. Sementara dalam adat Jawa, bunga kerap digunakan pada kegiatan upacara adat.

Dalam adat Jawa, bunga yang digunakan tidak sembarangan, hanya bunga-bunga tertentu saja. Adapun bunga yang dijadikan pelengkap upacara adat antara lain mawar, kantil, melati dan kenanga.

Bunga menjadi bagian yang tak terlepaskan dari kehidupan masyarakat Jawa. Tercermin, dari acara kelahiran, pernikahan hingga kematian menggunakan bunga sebagai simbol penghormatan.

Keberadaan bunga tak hanya menjadi warisan adat, namun sebuah usaha turun-temurun yang menjadi nadi kehidupan sebagian orang. Seperti Zulaikah (58) seorang penjual bunga asal Desa Barongan, Kecamatan/Kabupaten Kudus.


Kepada isknews.com, Senin (22-01-2018), ia menceritakan bahwa usaha yang dijalankannya merupakan warisan dari neneknya. "Nenek saya salah satu perintis Pasar Kembang Barongan, dahulu ia berjualan di Pasar Kliwon. Kemudian pindah ke Proliman kota ini karena letaknya lebih strategis," ungkapnya.

Letak Proliman yang begitu strategis yakni penghubung beberapa daerah di Kabupaten Kudus. Tak ayal, jika lokasi ini banyak digunakan sebagai tempat usaha tak terkecuali penjual bunga.

"Pasar Kembang sudah ada dari tahun 1950, awalnya hanya beberapa warga Barongan yang berjualan. Karena tingginya permintaan pembeli terutama pada even-even tertentu, sehingga banyak pedagang yang ikut berjualan di sini," tuturnya.

Lanjut Zulaikah, "Dahulu bunga yang saya jual diambil dari pekarangan rumah warga. Karena sekarang tidak banyak warga yang menanam bunga, sehingga saya membelinya dari Bandungan."

Untuk omzet usahanya, Zulaikah mengaku tidak banyak. "Yang penting dapat digunakan untuk membantu perekonomian keluarga saya, bagi saya itu sudah cukup," pungkasnya. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.