Cemilan Kaya Nutrisi Coklat Jamur Kreasi Alumni Stikes

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Jamur Tiram atau Pleurotus ostreatus adalah sumber makanan yang mengandung banyak kandungan kandungan nurtisi. Berdasarkan penelitian Suanan Pongsamart Biochemistrty Faculty of Pharmaceutical Univercity Chulangkorn bahwa kandungan dari jamur tiram antara lain adalah protein, kalori, karbohidrat, kalsium dan vitamin B1.

Olahan dari jamur tiram kini mulai beragam, dari jamur crispy, sate jamur, pepes jamur dan lain lain. 
Keanekaragamaan olahan jamur tiram itulah yang kini di tekuni oleh Nila Niswatul Chusna, gadis 22 tahun warga Desa Jati Kulon, dengan mengembangkan olahan jamur tiram berupa coklat jamur. 

Menurutnya latar belakang yang mendorong untuk mengembangkan olahan coklat jamur ini diawali dari mulai menurunnya antusias masyarakat terhadap olahan dari jamur tiram yang terkesan monoton. 


“ Padahal jamur tiram itu memiliki begitu banyak manfaat, bisa sebagai anti bacterial, anti tumor dan untuk menurunkan kadar kolestrol, sehingga perlu terobosan kreatif untuk mendongkrak kembali konsumsi jamur tiram,” katanya saat di temui oleh tim ISKNEWS.COM di kediamannya.

Awalnya, Nila, begitu dirinya biasa disapa memiliki ketrtarikan dalam dunia pengolahan makanan ketika mendapat tugas mata kuliah Ekonomi Kesehatan yang di dapatnya sewaktu duduk dibangku kuliah. 

“Dalam mata kuliah tersebut ia diharuskan untuk membuat sebuah olahan makanan yang memiliki aspek kesehatan. Saat itu terfikirkan jamur tiram, karena pembudidaya jamur tiram di kudus begitu banyak namun variasi olahan dari jamur tiram masih sedikit” ujarnya.

Ia melihat selama ini pengolahan jamur tiram hanya digoreng yang menurutnya kurang bagus, mengingat bahwa jamur tiram dapat dijadikan untuk mengurangi kolestrol, jika pengolahannya digoreng tentunya hal tersebut justru akan meningkatkan kadar kolestrol pada makanan tersebut. 
"Sehingga nutrisi yang diperoleh dari olahan jamur tiram berkurang,” jelasnya.


“Pengolahan jamur tiram sebaiknya di kukus atau direbus, dengan begitu nutrisi dari jamur tiram dapat diperoleh secara utuh. Jika ingin membuat olahan jamur tiram dengan digoreng pastikan bahwa minyak yang digunakan dalam proses penggorengan adalah minyak yang bagus atau belum dipakai menggoreng sebelumnya.

Jangan menggunakan minyak sisa penggorengan, karena kadar kolestrol yang ada di dalam minyak tersebut tinggi. Hal tersebut akan mempertinggi kandungan kolestrol dalam olahan jamur tiram” tambahnya.

Oleh karenanya ia coba mengembangkan olahan coklat jamur, yang dalam proses pengolahanya tidak di goreng sehingga produknya bisa rendah kolestrol. 

“Coklat adalah salah satu makanan yang disukai oleh semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa," terangnya.

Karena dalam proses pengolahannya tidak digoreng hingga produk ini memiliki kadar kolesterol yang rendah.

"Saya optimis coklat jamur dapat diterima dan disukai oleh masyarakat," pungkasnya.(NNC)

No comments

Powered by Blogger.