Hebat, Polres Kudus Bekuk 119 Orang Saat Asyik Berjudi, Dua Di Antaranya PNS

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning yang menjabat sejak Maret 2017, secara tegas menyatakan perang terhadap perjudian. Hal itu dikarenakan perjudian sama sekali tak memberikan manfaat untuk masyarakat, justru sebaliknya membuat masyarakat semakin sengsara.

Pemberantasan perjudian sudah dilakukannya sejak menjadi Kapolres Grobogan sebelum bertugas di Kudus. Selama menjabat lebih dari 100 kasus judi yang diungkap di Grobogan. Pelakunya mulai dari petani hingga kelas atas.


Ketegasannya di Grobogan dalam memberantas perjudian juga diterapkan di Kudus. Terbukti selama 2017 jumlah pelaku judi yang berhasil dibekuk mencapai 119 orang. Tak pandang bulu, seluruh pelaku diberangus termasuk dua orang PNS yang juga digelandang karena ikut terlibat.

Kasatreskrim Polres Kudus AKP Kurniawan Daeli melakui KBO Satreskrim IPTU Asnawi menjelaskan, selama kurun waktu 2017 pihaknya telah berhasil mengungkap 64 kasus perjudian. Dari seluruh kasus yang diungkap diketahui togel paling mendominasi dengan 58 kasus. Selebihnya judi kartu, dadu, dan judi lainnya.

Catatan itu menjadi prestasi tersendiri bagi Polres Kudus. Sebab dengan mengungkap 64 kasus selama 2017, artinya lebih banyak dibanding 2016 hampir tiga kali lipat. Tahun lalu Polres Kudus mengungkap 23 kasus perjudian.

"Kasus judi yang terjadi di Kudus cenderung mengalami tren peningkatan. Kita akan berusaha semaksimal mugkin menangkap seluruh pelaku judi di Kudus. Sesuai instruksi Kapolres yang menyatakan perang terhadap judi," ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, lokasi yang menjadi pilihan para pelaku judi kebanyakan di pemukiman. Mereka menganggap dengan melakukan transaksi di pemukiman atau tempat nongkrong lebih aman dari polisi.

"Rata-rata mereka bertransaksi di pemukiman atau tempat nongkrongselepas kerja. Terbukti dari data yang ada, para pelaku mayoritas ditangkap saat jam nongkrong 18.00-24.00 WIB," terangnya.

Pelaku, lanjutnya, paling mendominasi berprofesi sebagai buruh 55 orang, swasta 48, PNS dua orang, dan selebihnya pekerja serabutan. Diterangkan Asnawi saat bermain judi para pelaku yang diamankan biasanya hanya bermain dengan uang kecil.

"Kalau untuk pelaku judi togel kebanyakan bermain mulai Rp 20 ribu hingga Rp 500 ribu. Jarang yang lebih dari itu," ujarnya. Menurut Asnawi, perjudian di Kudus sudah cukup memprihatinkan karena anak muda yang terlibat cukup banyak.

Dari 119 pelaku yang berhasil diamankan terdapat tiga pelaku yang berusia 16-20 tahun. 21-30 tahun 28 orang, 31-40 tahun 41 orang, dab 41 tahun ke atas 47 orang. "Semua kasus twlah diproses, hanya tinggal empat kasus yang belum dilimpahkan ke pengadilan," imbuhnya.

Kapolres Kudus AKBO Agusman Gurning mengungkapkan, peningkatan tren perjudian di Kudus merupakan suatu tantangan bagi pihaknya. Selain itu maraknya perjudian juga bisa disebabkan karena hukuman yang diterima terlalu ringan.

Kebanyakan para pelaku judi hanya diputus hukuman penjara empat hingga enam bulan. Padahal sesuai dengan Pasal 303 KUHP tentang perjudian, ancaman hukuman pelaku judi maksimal 10 tahun penjara.

"Kalau saja pelaku judi dihukum maksimal, tentu dapat memberikan efek jera. Dijamin akan berfikir berkali-kali untuk kembali berjudi," tandasnya. (MK)

No comments

Powered by Blogger.