Ibu Hamil Disarankan Untuk Tidak Mengonsumsi Kubis, Mengapa?

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Kol atau kubis adalah salah satu sayuran yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dipasaran dan kandungan nutrisi dalam kubis yang begitu banyak.

Kandungan nutrisi dalam kubis antara lain serat, vitamin A, Vitamin B, Vitamin C, zat besi, kalium dan asam folat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan serat pada kubis sangat baik untuk membantu melancarkan proses eksresi tubuh.

Dalam proses penanamannya, kubis merupakan tanaman yang rentan sekali dengan hama. Sehingga banyak petani yang menggunakan pestisida untuk menghilangkan hama pada tanaman.

David Laksamana Caesar (28), saat ditemui ISKNEWS.COM di kantornya (15/1/2018) menceritakan, bahwa sewaktu ia kuliah pernah mengikuti sebuah penelitian, tentang dampak paparan pestisida pada wanita usia subur, yang diselenggarakan oleh pihak fakultasnya di Kabupaten Magelang.



“Saat setelah turun hujan, saya melihat banyak petani kubis yang menyemprotkan pestisida pada tanaman mereka. Mengingat kubis adalah tanaman yang rentan terhadap hama, sehingga harus rutin untuk di semprot pestisida,” katanya

Ditambahkan David. “Kita bayangkan saja, jika setiap hari mereka menyemprotkan pestisida pada tanamannya. Maka kandungan pestisida yang ada di dalam tanaman tersebut akan tinggi. Karena kubis bersifat berlapis-lapis, maka dipastikan setiap lapisan kubis tersebut akan terpapar oleh pestisida,”.

Mengkonsumsi makanan yang terpapar pestisida dapat menyebabkan stunting atau gangguan pertumbuhan dan penurunan kecerdasan. Hal ini yang membuat ibu hamil sebaiknya tidak mengkonsumsi kubis, karena dikhawatirkan akan menimbulkan gangguan perkembangan dan kecerdasan janin.

Oleh karenanya perlu adannya pengolahan yang baik untuk menghilangkan pestisida dalam kubis. Cara pengolahan kubis yang baik adalah tidak memotong kubis secara langsung, melainkan dengan mengupasnya perlapisan. Kemudian dicuci dengan air bersih yang mengalir, setelah itu baru di potong-potong dan dimasak.

“Dengan cara tersebut, maka setiap lapisan kubis akan tercuci dengan sempurna. Sehingga resiko paparan pestisida pada kubis dapat diminimalisir,” pungkasnya. (NNC/YM)

No comments

Powered by Blogger.