Ide USBN SD 8 Mapel Tahun ini Belum Bisa Dilaksanakan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Gagasan untuk menambah mata pelajaran (mapel) dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Sekolah Dasar (SD) nampaknya belum bisa diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018. Artinya, pelaksanaan ujian sekolah SD tetap mengacu pada kebijakan lama, yakni mengujikan tiga pelajaran saja.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, Terkait USBN tahun ini tidak jadi 8 mapel, dan masih sama seperti tahun lalu. ”Surat edaran resmi memang belum ada. Akan tetapi bisa jadi aturan bisa berganti. Oleh sebab itu, murid tetap siap mental dan sekolah harus yakin bisa melaksanakan,” ucapnya.

Informasinya dalam pembahasan internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk meninjau ulang gagasan penerapan delapan mapel yang diujikan dalam USBN SD/MI tersebut.


Peninjauan dilakukan, mengingat instrumen pendidikan SD saat ini, terutama di daerah belum optimal. "Kesiapan itu bukan hanya kesiapan waktu, tapi juga kemampuan guru untuk menyiapkan dan soal itu. Artinya belum semua guru memiliki kemampuan yang bagus dalam peningkatan soal," katanya

Meski begitu, ke depan tidak menutup kemungkinan gagasan untuk menambah mapel USBN SD akan bisa diterapkan. Tentunya, dia menjelaskan, jika segala komponen pendukung pendidikan seperti guru dan sarana prasarana lain di seluruh SD/MI telah siap. Dia menuturkan, usulan penambahan mapel tersebut didasarkan pada amanat Undang-undang tentang Sistem Pendidikan yang harus berbasis standar.

Adapun pelaksanan USBN tersebut, dinilai sebagai salah satu instrumen untuk meninjau capaian kompetensi siswa SD. "Tapi ya itu, gurunya harus ditingkatkan dulu, kalau sudah bagus tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan. Gagasan tersebut menurut saya baik untuk diterapkan, karena esensi USBN itu untuk menilai kompetensi dan capaian siswa," kata dia menjelaskan.

Sementara itu, Salah seorang Guru SD 3 Jepang Pakis Ali Muntoha berpendapat, Jika USBN nantinya direalisasikan, bukan tidak mungkin akan memberatkan siswa. Karena di samping persiapan belum maksimal, juga terkesan teeburu-buru. "Meski begitu, kami akan berusaha dan mempersiapkan jika sewaktu-waktu UASBN akan diterapkan," katanya. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.