Inilah Makanan yang Berhasil Mendongkrak Popularitas Perempatan Pekeng

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Di Kudus terdapat beberapa tempat dengan nama yang unik, salah satunya adalah Pekeng. Mengapa di naman Pekeng?

Menurut masyarakat sekitar, pemberian nama pekeng berasal dari kondisi jalan yang bercabang dua atau dalam Bahasa Jawa disebut Mekeng. Dari kata Mekeng kemudian oleh masyarakat disebut Pekeng.

Hal ini dibenarkan oleh Muhammad Ridwan (65), bahwa pada tahun 1985 masehi di daerah tersebut, terdapat sebuah proyek pembangunan yang menghubungkan antara Desa Jepang dengan Desa Loram, yang di kenal sebagai Jalan Budi Utomo.

“Dahulu sebelum adanya proyek tersebut daerah tersebut berupa pertigaan, yakni yang arah ke timur menuju Desa Jepang, arah selatan menuju Desa Gulang dan arah barat menuju Desa Jepang Pakis. Dengan adanya pembangunan jalan tersebut, merubahnya menjadi sebuah perempatan yang bercabang dua pada sisi sebelah barat, sehingga dinamakan mekeng atau pekeng,” ungkap Nadzir Masjid Wali Al Makmur ini.


Menurut cerita, di Pekeng dahulu sering diadakan pagelaran ketoprak, ludruk dan musik gambus. Setiap ada pagelaran tersebut, pekeng selalu di padati oleh masyarakat yang ingin menonton pertunjukan.

“Padatnya penonton, dimanfaatkan oleh warga sekitar Pekeng untuk berjualan di sekitar pagelaran. Banyaknya warga yang berjualan di Pekeng, mendorong Mbah Jamin untuk berkolega dengan Camat Mejobo yakni Aris Mulyono, untuk membangunkan tempat bagi para penjual di Pekeng,” ungkapnya, Jumat (26-01-2018).

Hingga pada tahun 1988 masehi, di bangunlah tempat untuk para penjual tersebut., dengan lokasi di sebelah tenggara Perempatan Pekeng. Akan tetapi hanya penjual Sate Kambing yang menempati bangunan tersebut.

Bergulirnya waktu, antusias masyarakat terhadap pagelaran seni tersebut, seakan padam. Hal tersebut, memaksa Mbah Jamin untuk menghentikan pertunjukan tersebut.
“Meskipun pagelaran tersebut sudah tidak ada, tetapi eksistensi Sate Kambing Pekeng tidak pernah padam. Popularitas Sate Kambing Pekeng, nyatanya mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar Perempatan Pekeng,” pungkas Ridwan.

No comments

Powered by Blogger.