Jumlah PKL di Kudus Meningkat 9,2 Persen

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Kudus, mengalami peningkatan rata-rata sebesar 9,2 persen per tahun. Peningkatan itu yang terjadi pada PKL umum, sedangkan untuk PKL sekolah juga terjadi peningkatan, mencapai rata-rata 5,5 persen per tahun. 

Kepala Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kudus, Sofyan Duri saat dihubungi isknews.com, Kamis (25-01-2018), membenarkan hal itu.

Menurut dia, peningkatan cukup tinggi yang terjadi pada PKL umum di Kabupaten Kudus, itu bisa dilihat dari data jumlah PKL dalam dua tahun terakhir, 2016 – 2017. Pada 2016, jumlah PKL umum sebanyak 2.181, tahun berikutnya menjadi 2.382. Sehingga ada peningkatan sebanyak 101 PKL atau sekitar 9,2 persen.

“Sementara itu untuk PKL sekolah, juga mengalami peningkatan dalam kurun waktu yang sama. Yakni dari 1.153 pada 2016, menjadi 1.745 atau sebesar 5,5 persen,” terang Sofyan.

Terkait kondisi di atas, lanjutnya, Pemkab tidak mampu mencegah jumlah PKL yang terus bertambah. Selain sulitnya lapangan pekerjaan, membuka usaha PKL menjadi pilihan profesi yang menjanjikan, sebagai ladang mata pencaharian warga masyarakat kelas menengah ke bawah.


“Yang bisa kami lakukan, menata dan menertibkan dengan menetapkan lokasi tempat usaha PKL di Kabupaten Kudus,” katanya.

Adapun lokasi tempat usaha untuk PKL, adalah semua ruas jalan di Kabupaten Kudus, kecuali ruas-ruas jalan tertentu yang dilarang untuk berdagang bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). 

Ruas-ruas jalan tertentu yang dilarang dipergunakan untuk PKL adalah, Jalan Ahmad Yani, Jalan Sudirman, Jalan Sunan Kudus, Jalan Ramelan, Jalan Pemuda, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Sunan Muria, Jalan R Agil Kusumadya, Jalan Mayor Basuno, Jalan Agus Salim, Jalan Menara, Jalan Simpang Tujuh, Jalan Lukmono Hadi dan Jalan Lingkar Kudus.

Pengecualian terhadap beberapa lokasi tempat usaha, ditetapkan waktu berdagang sebagai berikut, Jalan Sunan Kudus mulai jam 17.00 WIB s/d 24.00 WIB, Jalan R Agil Kusumadya jalur lambat mulai jam 06.00 WIB s/d 24.00 WIB, Jalan Simpang Tujuh mulai jam 16.00 WIB s/d 24.00 WIB, Jalan Cempaka mulai jam 16.00 WIB s/d 24.00 WIB dan Jalan Lukmono Hadi jam 16.00 WIB s/d 24.00 WIB.

“Setiap PKL wajib memperoleh izin dari Bupati melalui Kepala Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, permohonan izin secara tertulis,” pungkas Kabid PKL Disdagsar Kabupaten Kudus itu. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.