Kampung ASI Potret Keberhasilan Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif Di Jati Kulon

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Salah satu even potensial yang pernah digelar oleh Pemerintah Desa Jati Kulon Kecamatan Jati Kudus, adalah Pagelaran Kampung Tematik, sebuah acara yang pernah diselenggarakan di Desa Jati Kulon pada 16 September hingga 4 November 2017.

Acara kampong tematik tersebut dilaksanakan oleh tiap-tiap RW secara bergiliran, dengan tema berbeda-beda yang diusung oleh masing-masing RW, disesuaikan potensi dari RW tersebut. 

Salah satu yang kami anggap unik dan menarik perhatian kami adalah tema yang diusung oleh RW 5, mereka mengangkat tema " RW 5 kampung ASI".


Tema itu diangkat, karena tingkat cakupan ASI di RW ini cenderung tertinggi di Desa Jati Kulon.
Secara Umum melihat tingkat cakupan ASI eksklusif di Kecamatan Jati pada tahun 2015 adalah baru pada kisaran mencapai 38.8%.

Sedangkan tingkat cakupan ASI eksklusif Desa Jati Kulon saat itu hanya sebesar 15%, hal ini tentu saja masih dibawah standar yang ditetapkan di Indonesia sebesar 70%.

Sugeng, Kepala Desa Jati Kulon saat ditemui media ini menjelaskan, bahwa Setiap ibu hamil dan menyusui yang ada di Desa Jati Kulon, kami undang untuk mengikuti sosialisasi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif. Jumat (12/1/18).

Salah satu program yang dilaksanakannya adalah pembuatan Kampung ASI (Air Susu Ibu). Sebuah program untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan bagi bayi.

Seperti diketahui ASI menjadi asupan makanan bayi kaya nutrisi dan tidak akan dapat tertandingi oleh susu formula. “Saya berharap kedepannya seluruh Desa Jati Kulon menjadi kampung ASI,” terangnya.

Mengetahui kondisi demikian pemerintah desa setempat berupaya sedemikian rupa untuk melakukan upaya peningkatan cakupan pemberian ASI eksklusif. 

Tak hanya itu upaya yang dilakukanjuga berupa pembuatan kelompok penyuluh ibu hamil dan menyusui yang dilakukan oleh Bidan Desa dan Pemerintah Desa.

" Untuk lokasi penyuluhan kami pusatkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) setempat. Selain itu, kami juga melakukan sosialisasi tersebut pada kegiatan penimbangan balita, yang dilakukan secara rutin setiap minggunya di masing-masing RW di Desa Jati Kulon," jelas Sugeng.

Progam ini kemudian kami evaluasi dan hasilnya terjadi peningkatan yang signifikan. Dari 15% pada 2015, kini meningkat menjadi 80% pada 2017. 

" Meskipun demikian kami akan terus berusaha untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI ekslusif di Desa Jati Kulon sebesar 100% pada tahun 2018” tegasnya. (NNC)

No comments

Powered by Blogger.