Kasus DB di Kudus Menurun Drastis

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Kasus penyakit Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Kudus, dalam satu tahun terakhir, menurun drastis. Penurunan itu bisa dilihat dengan kasus DB yang terjadi pada 2016, mencapai sebanyak 797 kasus, dibandingan pada 2017 yang hanya 105 kasus. Jumlah korban meninggal dunia pun menurun jauh, dari 23 orang pada 2016, menjadi hanya 4 orang pada 2017.

Kepala Seksie (Kasie) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PPPM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Subiyono, yang dihubungi isknews.com, Kamis (01-02-2018), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu.

Menurut dia, penyebab terjadinya penurunan penyakit DB di Kabupaten Kudus, pada 2017 lalu, karena faktor alam. Yakni curah hujan yang rendah, sehingga tidak banyak terdapat genangan air hujan, tempat berkembang biaknya nyamuk DB.


Selain itu, peran masyarakat juga cukup mendukung, seperti gerakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), sehingga bisa menekan angka kasus DB.
“Karena kedua faktor itulah, kasus DB pada 2017, sampai dengan 31 Desember, hanya sebanyak 105 kasus, jumlah korban meninggal dunia 4 orang.”

Jumlah itu, lanjutnya, kalau dibandingkan dengan kasus DB pada tahun sebelumnya, terjadi penurunan yang sangat drastis. Pada 2016 lalu, jumlah kasus DB mencapai 797 kasus, jumlah korban meninggal dunia pun cukup banyak, 23 orang.

“Penyebabnya juga faktor alam, namun berbalik dengan yang terjadi pada 2017, yakni pada 2016, curah hujan cukup tinggi pada Januari hingga Maret, setalah itu kemarau panjang, sehingga menyisakan genangan-genangan air, menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk DB.”

Terkait dengan upaya pencegahan, selain PSN, kini yang sedang dijalankan adalah juru pemantau jentik (jumantik). Yakni dalam setiap rumah tangga, ada salah seorang anggota yang menjadi juru pemantau jentik-jentik nyamuk, baik di dalam rumah, seperti bak kamar mandi, juga di luar rumah, jika ditemukan genangan air sisa air hujan. 
“Jika menjumpai ada jentik-jentik, agar segera diatasi dengan PSN (menguras, menutup, menimbun), atau kalah jentik-jentik nyamuknya cukup banyak dan sudah berkembanng biak, segera laporkan ke puskesmas terdekat, melalui ketua RT, agar segera bisa kami tindak lanjuti,” tegas Kasie PPPM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus itu. (DM)

No comments

Powered by Blogger.