Kelompok Bahan Makanan Penyumbang Inflasi Terbesar

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Kelompok bahan makanan pada Desember 2017 mengalami inflasi 2,55 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 147,96 pada November 2017 menjadi 151,74 pada Desember 2017.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus Sapto Harjuli Wahyu menjelaskan, dari 11 subkelompok pada bahan makanan. Tujuh di antaranya mengalami inflasi, sedangkan empat subkelompoj lainnya mengalami deflasi.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah sayuran sebesar 8,37 persen, sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi terendah terjadi pada bahan makanan lainnya sebesar 1,29 persen.



Sementara itu, lanjut, subkelompok yang mengakani deflasi tertinggi desember 2017 terjadi pada bumbu-bumbuan sebesar 4,98 persen. Sedabgkan subkelompok yang mengalami deflasi terendah adalah lemak dan minyak sebesar 0,33 persen.

"Kelompok bahan makanan menjadi penyumbang inflasi terbrsar Desember 2017, dengan andil inflasi sebesar 0,61 persen," ujarnya.

Dijelaskan Sapto, rincian tujuh subkelompok yang mengalami inflasi yakni sayuran 8,37 persen dengan sumbangan 0,22 persen. Diikuti daging dan hasilnya 6,87 persen yang memberikan sumbangan inflasi 0,09 persen.

Telur, susu, dan hasilnya inflasi 4,47 persen dengan sumbangan inflasi 0,14 persen. Padi-padian, umbia-umbian dan hasilnya juga terjadi inflasi 4,11 persen dengan sumbangan inflasi 0,25 persen. Ikan diawetkan alami inflasi 2,97 persen dan memberikan sumbangan 0,03 persen.

Sementara ikan segar mengalami inflasi 2,59 persen dengan sumbangan 0,06 persen. Inflasi rerendah terjadi pada bahan makanan lainnya 1,29 persen, yang menyumbang inflasi 0 persen.

Sedangkan empat subkelompok yang mengalami deflasi adalah bumbu-buan -4,98 persen dengan sumbangan -0,12 persen. Diikuti kacang-kacangan sebesar -1,57 persen dengan sumbangan -0,03.

Buah-buahan terjadi deflasi sebesar -1,53 dan menyumbang -0,03. Dan terakhir lemak dan minyak menjadi subkelompok yang mengalami deflasi terendah -0,33 persen, dengan sumbangan -0,01 persen.

Sapto menerangkan, komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain, beras, telur ayam ras, daging ayam ras, kangkung, dan cabai.

"Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan delasi yakni bawang merah, tahu, bawang putih, pisang, dab apel," pungkasnya. (MK/YM)

No comments

Powered by Blogger.