Diserang Wereng Ratusan Hektare Padi di Ngemplak Gagal Panen

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Ratusan hektare padi di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan, gagal panen karena diserang hama wereng. Akibatnya petani menderita kerugian jutaan rupiah. Hal itu disampaikan Kepala Desa Ngemplak, Sutrisno, Senin (29-01-2018).

Sutrisno menjelaskan, luas lahan pertanian yang ditanami padi di wilayahnya total 420 hektare. Sementara yang mengalami gagal panen karena diserang hama wereng mencapai 25 persen, atau sekitar 105 hektare.

Serangan hama wereng, imbuhnya, sudah terjadi selama dua pekan terakhir. Padahal padi baru bisa dipanen dua pekan lagi. Dengan kondisi tersebut, petani dipastikan mengalami kerugian yang cukup besar.

Mengingat, harga sewa sawah yang sudah mahal tidak sebanding dengan hasil yang didapat. Dijelaskan, harga sewa per bahu atau 7 ribu meter persegi di wilayahnya diangka Rp 5 juta per tahun.


"Jika biaya sewa ditambah biaya produksi tentu tidak masuk. Untuk balik modal saja tidak bisa, petani merugi," bebernya.

Dia menambahkan, seharusnya apabila tidak gagal panen, petani bisa meraup pendapatan Rp 30 juta per hektare. Sementara musim ini, petani hanya mampu mendapatkan Rp 15 juta per hektare.

Apalagi, lanjutnya, ditambah harga gabah yang sudah mulai menurun, semakin menambah derita petani di wilayahnya. Sebelumnya harga gabah kering panen mencapai Rp 5.700 per kilogram, sekarang sudah mulai menurun hingga di bawah Rp 5 ribu per kilogram.

Sutrisno menjelaskan, panen di wilayahnya memang lebih lambat dibanding wilayah Kecamatan Undaan lainnya, karena musim tanam juga tidak bersamaan. Selain di Ngemplak, yang bersamaan dengan wilayahnya, juga ada desa tetangga yakni Karangrowo dan Wates.

Dia berharap, pertanian di desanya mendapat perhatian dari dinas terkait agar dicarikan solusi. "Seharusnya kemarin Pak Menteri Pertanian mengunjungi desa kami yang pertaniannya tertinggal. Sehingga bisa dicarikan solusi agar petani semakin sejahtera," pungkasnya. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.