Khawatir Harga Anjlok Saat Panen, Petani Tolak Impor Beras

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Petani di Kudus menolak rencana impor beras yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Hal itu dikarenakan para petani khawatir dapat mempengaruhi harga gabah, sebab saat ini sedang musim panen.

Salah satunya disuarakan petani dari Gapoktan Sido Makmur Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus, saat berdialog dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ketika melakukan kunjungan ke Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Selasa (23-01-2018).

"Kami minta pemerintah jangan sampai impor beras, karena harga gabah yang ada saat ini sudah sangat ideal untuk para petani. Kalau sampai impor beras, kami khawatir harganya anjlok," kata petani tersebut.


Dia juga meminta agar lahan tidur yang ada di wilayahnya diaktifkan kembali. Sehingga dapat menjadi lahan produktif yang bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya petani.

Menanggapi permintaan petani itu, Amran balik bertanya kemana para petani menjual gabah atau berasnya. Ketika itu sang petani menjawab dijual ke pasar. Mendengar jawaban itu, Amran menjelaskan, bahwa yang dilakukan petani seharusnya menjual gabahnya kepada Bulog.

"Ini ada Pak Dirut Bulog ikut hadir di sini, bisa langasung diserap Bulog saja. Sehingga tidak akan terjadi impor," ujar Amran.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengunjungi Kudus dalam rangka panen raya perdana di Desa Berugenjang. Luas lahan padi yang dipanen 205 hektare dengan varietas Ciherang. Sebelumnya, Amran juga panen padi perdana di Desa Sari, Kecamatan Gajah, Demak. Di lokasi itu padi yang dipanen seluas 500 hektare dengan varietas Ciherang. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.