Kudus Kekurangan ASN, Terutama Guru SD dan SMP

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Kudus, Joko Triyono mengatakan, Pemkab Kudus kekurangan Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama untuk guru SD dan SMP. Saat ini di Kudus memiliki ASN sebanyak 7597 orang, padahal idealnya 10.010 orang.

Kekurangan itu, menurut Joko, sudah terjadi selama kurun waktu beberapa tahun terakhir. Sebab, setiap tahun di Kabupaten Kudus terdapat 250-350 ASN yang pensiun. Dijelaskan, ratusan ASN yang pensiun setiap tahunnya karena batas usia, meninggal, atau mengundurkan diri.

"Paling banyak terjadi pada guru SD dan SMP. Sehingga perlu segera dilakukan perekrutan," katanya.

Joko menuturkan, setiap pihaknya mengajukan data kebutuhan ASN kepada Kemenpan-RB. Namun tidak disetujui karena masih moratorium. Padahal, di Kudus sejak diberlakukannya moratorium dari 2013 ada sebanyak 379 ASN pensiun, 2014 sebanyak 231 ASN, 2015 sebanyak 204 ASN, 2016 sebanyak 320 ASN dan 2017 sebanyak 342 ASN.


Diketahui, batas usia pensiun untuk guru adalah 60 tahun. ASN staf, penata dan administrasi batas usia pensiun yakni 58 tahun, sedangkan pejabat eselon 2 batas usia 60 tahun.

Sementara itu, Sekretaris BKPP Kabupaten Kudus, Yuliono Tri Nugroho menambahkan, terkait kekurangan ASN di Kudus sudah didata masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Nantinya apabila sewaktu-waktu pemberlakuan moratorium dicabut, dapat dilakukan rekrutmen.

Dijelaskan, untuk mensiasati kekurangan ASN di Kudus, Pemkab memaksimalkan tenaga yang ada. Pihaknya hanya bisa melakukan hal itu karena kebijakan moratorium merupakan kebijakan dari pusat. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.