Masyarakat Diminta Ikut Berantas "Penyakit" Demokrasi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Pesta demokrasi di Indonesia rawan dikotori dengan hal yang tidak sehat. Seperti politik uang, mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau unsur pemerintahan lainnya dan kampanye hitam.

Demikian disampaikan Ketua Bawaslu Jawa Tengah (Jateng), Fajar Saka, saat meresmikan Pojok Pengawasan di Kantor Panwaskab Kudus, Rabu (24-01-2018). Menurutnya banyak "penyakit" demokrasi yang perlu diberantas bersama.

"Kami tidak mungkin dapat bekerja sendirian dalam memberantas penyakit demokrasi. Dibutuhkan peran aktif masyarakat agar ikut membantu melakukan pengawasan, minimal mengawasi suaranya sendiri," kata Fajar.

Pengawas pemilu mulai dari pusat hingga tingkat desa bertugas merawat demokrasi. Dimana dengan banyaknya kecurangan membuat tugas Panwaslu semakin berat. Sehingga dibutuhkan kerja keras untuk memberantas penyakit demokrasi yang ada.

Dia mengungkapkan, salah satu yang dikerjakan pengawas pemilu adalah menjaga hak pilih di seluruh negeri. Karena hak pilih adalah hak konstitusional warga negara.


"Tidak boleh ada masalah administrasi apapun yang membuat warga negara kehilangan hak pilihnya. Kecuali memang warga tersebut dicabut hak pilihnya oleh pengadilan atau belum memiliki hak pilih karena belum cukup umur," terangnya.

Dijelaskan, salah satu misi dibentuknya pojok pengawasan menghendaki pemilu ini, tidak hanya menjadi urusan pengawas pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akan tetapi, menjadi kegiatan bersama dengan seluruh elemen termasuk masyarakat.

"Makanya kami dorong masyarakat ikut aktif mengawasi proses pemilu. Minimal mengawasi suaranya sendiri. Lebih dari itu diharapkan aktif mengawasi dan melaporkan ke pengawas pemilu melalui pojok pengawasan di Kantor Panwaskab," imbuhnya.

Dia mengharapkan, banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas dari Bawaslu ini. Jangan sampai setelah diresmikan, Pojok Pengawasan justru sepi dan minim kegiatan.

Senada, Ketua Panwaskab Kudus, Moh Wahibul Minan menyampaikan, pojok pengawasan merupakan ruang diskusi yang digunakan untuk membahas seluruh permasalahan tentang pemilihan umum.

"Khusunya untuk para anggota Panwaslu desa, tidak udah ‘ewuh pakewuh’ karena kami sudah menjadi satu keluarga. PPD dan Panwascam seluruh Kudus agar menjadi lebih akrab dan kompak," tuturnya. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.