Meneladani Perjuangan AKBP Tugiyanto Meraih Cita-cita

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Bisa naik pangkat hingga 11 kali di institusi kepolisian merupakan sesuatu yang langka. Tidak semua anggota dapat meraihnya karena dibutuhkan perjuangan yang keras. Namun hal itu ternyata mampu dicapai Kabag Ops Polres Kudus, AKBP Tugiyanto.

Selain Kapolres Kudus AKBP Agusma Gurning, dirinya merupakan satu-satunya polisi berpangkat AKBP di lingkungan Polres Kudus saat ini. Tugiyanto merupakan anggota kedua di Polres Kudus yang mampu naik pangkat hingga 11 kali. Sebelumnya, kenaikan pangkat seperti dirinya juga pernah disandang AKBP Slamet Riyanto.

Kapolres Kudus, AKBP Agusman Gurning belum lama ini menjelaskan kepada Isknews.com, di lingkungan Polres Kudus hingga saat ini hanya ada dua anggota yang bisa naik pangkat hingga 11 kali.

Menurutnya, semangat kerja, totalitas, dedikasi, dan totalitas kerja selama bertugas yang membuat Tugiyanto bisa menjadi setara dengannya.

”Orang biasanya kalau sudah mendekati masa pensiun semangat kerjanya turun, tetapi beda dengan AKBP Tugiyanto yang tetap semangat dan semakin produktif,” beber Agusman.


Dia mengaku salut dengan etos kerja yang ditunjukkan pria berjuluk Bapak Woyo-woyo itu. Dia meminta anggota yang lain juga ikut meneladani koleganya tersebut.

”Saya kalau naik pangkat maksimal 10 kali agar bisa menjadi Kapolri, sementara Pak Tugiyanto ini malah bisa 11 kali. Kan sangat hebat itu,” tuturnya.

Sementara itu, Tugiyanto menceritakan, dirinya masuk kepolisian pada 1982 dengan pangkat Bripda. 12 tahun menjadi bintara, kemudian ia memutuskan untuk mencoba peruntungan mendaftar Sekolah Calon Perwira (Secapa) pada 1993.

Sayangnya, saat itu dirinya gagal karena kelebihan berat badan. Tak ingin menyerah, selama satu tahun bapak dua anak ini berusaha keras menurunkan berat badan. Pada 1995 suami Wiwik Bekti Pratiwi ini, kembali mencoba mendaftar secapa dan akhirnya lolos.

”Selama setahun saya lari tiap pagi dan sore untuk menurunkan berat badan. Alhamdulillah berkat usaha keras bisa masuk,” tuturnya.

Lulus dari Secapa, Tugiyanto menempati pos baru sebagai Pamapta Polres Pati pada September 1996. Setahun kemudian, dirinya kembali pindah tugas di Kudus menjadi Kapolsek Kaliwungu. Uniknya, Tugiyanto dua kali menjadi Kapolsek Kaliwungu, yakni pada 1997 dan 2006.

”Dulu IPDA pada 1997 sudah bisa menjadi Kapolsek Kaliwungu kalau sekarang harus AKP. Sedangakan 2006, ketika saya kembali menjabat sebagai Kapolsek Kaliwungu pangkat saya sudah menjadi AKP,” tukasnya.

Disinggung mengenai penerusnya di kepolisian, Tugiyanto mengungkapkan kedua anaknya tidak ingin masuk kepolisian. ”Karena mereka tahu tugas bapaknya berat siang malam. Kadang saatnya piknik malah piket. Anak-anak memilih jalur masing-masing, saya membebaskan yang penting terbaik untuk mereka,” terangnya.

Dia berpesan kepada seluruh anggota yang masih bertugas, khususnya yang masih muda agar bekerja dengan baik sesuai aturan yang ada. ”Kalau kinerja baik tentu akan mendapatkan yang setimpal. Harus tetap semangat, saya saja yang pensiun masih Maret 2018 tetap semangat kok, masak yang masih muda tidak,” tandasnya. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.