Mengenal Kisah Nyi Raden Ayu Mlati

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Nyi Raden Ayu Mlati, dari namanya saja sudah dapat disimpulkan ia berasal dari daerah Mlati, labih tepatnya di Kelurahan Mlati Kidul. Makam atau petilasan dari Nyi Raden Ayu Mlati terdapat di Keluarahan Mlati Kidul, Kecamatan/Kabupaten Kudus.

Juru Kunci Makam Nyi Raden Ayu Mlati, Nasikun (61) menuturkan, bahwa Nyi Raden Ayu Mlati yang memiliki nama asli Nyi Raden Ayu Putri Kuning merupakan seorang penyebar ajaran Islam.

Lanjutnya, Nyi Raden Ayu Mlati berasal dari Kerajaan Majapahit, tepatnya ia adalah putri dari Prabu Brawijaya.

“Menurut cerita, Kerajaan Majapahit dikalahkan oleh Kerajaan Demak, kemudian Nyi Raden Ayu Mlati dibawa ke Kerajaan Demak oleh Sunan Kudus, yang saat itu menjabat sebagai senopati perang,” ungkapnya.


Masih Nasikun, “Setelah dibawa ke Kerajaan Demak, lalu Nyi Raden Ayu Mlati dipersunting Sunan Kudus sebagai istri keduanya.”

Dikisahkan, Nyi Raden Ayu Mlati saat itu tidak mau hidup serumah dengan istri pertama Sunan Kudus. Ia kemudian meminta kepada Sunan Kudus untuk dibuatkan Taman Kaputren di Kudus sebelah Timur, yang kini menjadi daerah Mlati.

Di sana, Nyi Raden Ayu Mlati melakukan syiar dakwah Islam kepada warga Desa Mlati dan sekitarnya, hingga akhir hayatnya dan di makamkan di sana. Pada saat itu, yang ada hanya Desa Mlati. Setelah era Kolonial Belanda, daerah tersebut dibagi menjadi beberapa desa yaitu Mlati Lor, Mlati Norowito dan Mlati Kidul.

”Berdasarkan cerita yang berkembang, Nyi Raden Ayu Mlati meninggal di wilayah administrasi Desa Mlati Lor. Namun, dimakamkan di wilayah administrasi Keluarahan Mlati Kidul,” tutur Nasikun.

Kini makam Nyi Raden Ayu Mlati menjadi situs budaya bagi Kelurahan Mlati Kidul. Kondisi petilasan atau makam dari Nyi Raden Ayu Mlati yang masih terawat, menjadikannya banyak di kunjungi oleh masyarakat untuk berwasilah dan mengenang jasanya dalam mensyiarkan Islam di Mlati. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.