Miris! Jumlah Rumah Adat Kudus Hanya Tersisa Enam Unit

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Jumlah Rumah Adat Kudus, kini hanya tersisa enam unit. Padahal, pada dua tahun sebelumnya, tepatnya 2016 lalu, jumlah Rumah Adat Kudus masih cukup banyak, mencapai 21 unit. 

Semakin berkurangnya jumlah Rumah Adat Kudus itu, karena pemiliknya tidak mampu menanggung biaya perawatan yang sangat tinggi, sehingga memilih menjual rumah warisan keluarga itu. Sedangkan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, belum mampu menganggarkan subsidi biaya perawatan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Yuli Kasiyanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Sutiyono, saat dihubungi isknews.com, Jumat (26-01-2018), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu.

Menurut dia, memang terjadi penurunan drastis jumlah Rumah Adat Kudus pada 2018 ini, dibandingkan 2016 lalu, yakni dari 21 unit menjadi hanya tinggal enam unit. Penyebabnya, mahalnya biaya perawatan yang harus dikeluarkan, sehingga karena tidak mampu, pemiliknya pun memilih menjual rumah yang statusnya warisan keluarga. 


“Besarnya biaya perawatan Rumah Adat Kudus, mencapai Rp 1,5 – 2 juta, per tahun,” ungkapnya.

Terkait hal itu, lanjutnya, Disbudpar sudah beberapa kali mengajukan ke Pemkab, agar memberikan kompensasi kepada pemilik Rumah Adat Kudus. Imbal balik yang diusulkan, berupa subsidi biaya perawatan dan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). 

“Namun usulan kami itu hingga kini belum pernah terelisasi, karena APBD Kabupaten Kudus belum mampu menganggarkan,” terang Sutiyono.

Ke enam unit Rumah Adat Kudus di atas, adalah yang terdaftar di Disbudpar Kabupaten Kudus, sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Kriterianya, ke enam Rumah Adat Kudus itu mempunyai tingkat orisinalitas 100 persen, baik dari kelengkapan motif ukiran dan dimensi, serta bentuk bangunan yang masih asli. 

“Kelengkapan motif ukiran, diantaranya ada bunga telasih, makara tiga dimensi, bangunanya masih asli, belum mengalami perubahan,” jelasnya.

Rumah Adat Kudus yang masih asli, diantranya yang ada di komplek Museum Kretek. Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Lainnya merupakan milik pribadi, diantarnya milik H M Najib Hasan, Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, di Desa Kauman Kulon, dan Sumarno, Desa Langgardalem Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.

“Antara Disbudpar dan pemilik Rumah Adat Kudus, ada kerjasama tak tertulis yakni dijadikan salah satu ikon pariwisata Kabupaten Kudus, yang menerima kunjungan wisatawan domestik dan manca negara,” pungkasnya. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.