Netralitas TNI Harga Mati, Dandim Kudus Larang Anggota Dukung Calon Tertentu

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Anggota TNI dari jajaran Kodim 0722/Kudus dilarang dukung mendukung Pasangan Calon (Paslon) dalam Pilkada serentak 2018 yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018 mendatang. Demikian disampaikan Dandim 0722/Kudus, Letkol Sentot Dwi Purnomo di hadapan seluruh perwira di Makodim Kudus, Jumat (26-01-2018).

Menurut Sentot, tidak ada tawar-menawar bagi anggota karena netral adalah harga mati. ”Anggota memang ikut melaksanakan pengamanan Pilbup Kudus dan Pilgub Jateng 2018, tapi harus tetap netral. Kalau sampai tidak netral akan ada sanksi tegas,” ujarnya.

Disinggung sanksi apa yang akan dijatuhkan, Sentot enggan membeberkan. Hanya saja sanksi tersebut sudah diatur di dalam peraturan TNI.


”Saya pastikan seluruh anggota Kodim 0722/Kudus netral,” tegasnya.

Tugas utama TNI, lanjutnya, dalam pikada serentak 2018 adalah menjaga kondusivitas wilayah. Termasuk mendeteksi segala potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar daerah.

Disebutkannya, ancaman paling berpotensi mengganggu jalannya Pilkada serentak 2018 adalah provokasi dari pihak luar. Makanya dia memerintahkan seluruh jajarann Kodim 0722/Kudus, membuka mata dan telinga dengan maksimal mengantispasi segala macam potensi ancaman.

Meski begitu Sentot memastikan, sejauh ini belum ada ancaman, hanya saja pihaknya tidak mau lengah begitu saja. Seluruh anggota diperintahkan bergerak memastikan keamanan wilayah selama tahun politik.

”Jangan banyak bicara, tapi harus banyak kerja,” pesannya kepada seluruh perwira.

Ditambahkan, sebanyak 300 personel ditugaskan dalam pengamanan Pilkada 2018. TNI, imbuhnya, tidak akan bekerja sendiri. Akan tetapi bersinergi dengan seluruh elemen termasuk Polri dalam menjaga dan memastikan kondusivitas Kudus. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.