Pangkalan Diminta Jual Elpiji 3 Kilogram Sesuai HET Rp 15.500

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Dinas Perdagangan Kudus melakukan pembinaan pendisitribusian elpiji 3 kilogram kepada seluruh pangkalan di wilayahnya, Kamis (18-01-2018). Acara yang digelar di Graha Mustika itu dihadiri 805 pangkalan.

Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti menjelaskan, pembinaan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali para pangkalan agar menjual elpiji 3 kilogram, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan gubernur, yakni Rp 15.500 per tabung.

Selain itu, pangkalan diminta untuk membina para pengecer supaya dalam menjual gas elipiji 3 kilogram maksimal Rp 17 ribu per tabung. "Sesuai dengan SK Kepala Dinas Perdagangan memberikan kelonggaran bagi pengecer menjual elpiji 3 kilogram Rp 17 ribu per tabung," katanya.

Terkait tingginya harga elpiji 3 kilogran di tingkat pengecer yang mencapai Rp 25 ribu per tabung, hal itu sebenarnya bisa diatasi pangkalan. Karena pengecer membeli dari pangkalan, jika pangkalan mamatok harga tinggi otomatis pengecer juga ikut tinggi.


Tetapi, imbuh Eti, kalau pangkalan menerapkan harga sesuai HET yang berlaku, tentu di tingkat pengecer bisa menjual sesuai dengan harga yang ditetapkan yakni Rp 17 ribu.

"Kalau ternyata ditemukan pengecer menjual melebihi Rp 17 ribu, pangkalan bisa memberikan sanksi pengurangan hingga memutus kerja sama," ujarnya.

Ditambahkannya, alokasi untuk pengecer hanya 40 persen dari setiap pangkalan. Sedangkan 60 persen diperuntukkan untuk masyarakat sekitar. "Utamakan masyarakat sekitar dulu, baru pengecer," tandasnya.

Eti mengancam akan menindaktegas pangkalan yang terbukti nakal. Pihaknya akan memberikan rekomendasi kepada agen untuk memberikan sanksi, mulai dari pengurangan jumlah rabung hingga pemutusan kerja sama.

Sementara Sekda Kudus Noor Yasin menuturkan, elpiji 3 kilogram diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu karena disubsidi pemerintah. Dia mengimbau bagi para PNS dan orang yang tergolong mampu, agar menggunakan elpiji non subsidi.

Khusus PNS pihaknya hanya bisa mengimbau, karena tidak ada larangan. "Tapi hal itu merupakan gerakan moral. Lebih baik menggunakan yang 5,5 atau 12 kilogram. Biar masyarakat yang kurang mampu yang mendapatkan subsidi," tukas Yasin. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.