PAUD Harapan Bangsa Jetis Kapuan Jadi Tuan Rumah Himpaudi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Harapan Bangsa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, terpilih menjadi tuan rumah pertemuan bulanan oleh Himpunan Pendidik Anak Usia dini (Himpaudi) se-Kecamatan Jati, Kamis (25-1-2018).

Ditunjuknya PAUD Harapan Bangsa sebab merupakan salah satu diantara lima sekolah di Jati yang bakal diakreditasi. Pasalnya, sekolah ini diantara lembaga yang lain dipandang mampu, dalam segi fasilitas maupun SDM pendidiknya.

Hal itu dikatakan Masitoh, Pengurus Pusat Kegiatan Guru (PKG) Gugus Cempaka Himpaudi Kecamatan Jati saat ditemui isknews.com dilokasi acara.

Lebih lanjut, acara ini diikuti 100 peserta dari 35 lembaga KB TPA dan Satuan Pendidikan Sejenis (SPS) PAUD se-Kecamatan Jati, dan Bunda PAUD yang datang dari berbagai desa, bahkan luar Kota.

Masitoh berpendapat, pentingnya peran guru PAUD untuk pendidikan anak yang masuk dalam usia emas. Untuk itu, penting dilakukan pertemuan Himpaudi guna membahas tentang pendidikan praktis dan program-progam kegiatan untuk siswa TK maupun PAUD.

"Hal ini bertujuan untuk membentuk suatu ikatan dalam rangka meningkatkan profesionalisme para guru taman kanak-kanak dan bersifat independen," jelas Masitoh, yang juga Guru di PAUD Harapan Bangsa.


Ditambahkan, sedang Himpaudi adalah wadah organisasi profesi yang bersifat independen. Organisasi ini menghimpun pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini Indonesia, agar bersama-sama dapat berusaha secara berdaya guna, serta menghimpun aspirasi dan meningkatkan profesionalisme pendidik anak usia dini Indonesia.

Sementara itu, Pemilik PAUD Harapan Bangsa Jetis Kapuan, Rajimah, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi lembaganya telah ditunjuk sebagai tempat digelarnya acara.

"Alhamdulillah, sudah tujuh tahun berdiri sejak 21 April 2011 silam, dan saat ini siap maju untuk akreditasi," ujarnya.

Masih Ramijah, sistem pendidikan yang diusung instansinya sangat beragam, diantaranya yang dikemas menyenangkan, terlebih ada pembelajaran empat bahasa meliputi Indonesia, Arab, Inggris dan Jawa. Serta, beragam ekstrakulikuler mulai dari tari hingga drumband.

“Lalu ada hafalan doa, surat pendek, asmaul husna, yang tujuannya ketika lulus nanti bisa hafal tersebut dan salat lima waktu,” paparnya.

Selain itu, lanjut Rajimah, anak-anak kami kurikulum yang dipakai sebagian besar sifatnya fun study, sehingga pengajarannya masih dikemas dengan acara bermain. Untuk itu minimal sekali sebulan diadakan acara study tour.

"Misalnya edukasi kunjungan ke rumah batik, jenang, es krim, donat, perusahaan dan sesekali study tour ke luar kota," sebutnya.

Ditambahkan, di dalam acara study tour itu, tujuannya untuk mengenalkan beberapa obyek nyata yang telah mereka pelajari di dalam kelas, serta mendidik murid untuk memiliki keberanian. Biasanya, pendidik membawa para siswa ke wisata alam, wisata pertanian, perkebunan, sejarah dan lainnya. (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.