Pencegahan Alih Fungsi Lahan Pertanian Terbentur Status Kepemilikan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Kudus, diduga terus menyusut. Penyebabnya karena terjadinya alih fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan industri.

Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpan) Kabupaten Kudus, sudah berulangkali melakukan pencegahan, namun terbentur pada masalah kepemilihan lahan yang statusnya milik pribadi atau perseorangan. 

Dengan status hak milik pribadi, pihak dinas tidak bisa mencegah, kalau dijual ke perusahaan, karena memang lahan itu miliknya sendiri,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Perkebunan, Arin Nikmah. saat dihubungi isknews.com, Jumat (19 -01 -2018), di ruang kerjanya. 


Menurut dia, luas lahan pertanian produktif di Kabupaten Kudus, pada 2018 ini, sekitar 20.590 hektare. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, dibadingkan 2017, luas lahan tersebut telah berkurang atau semakin menyusut. 

“Mengenai berapa persen atau luas lahan yang mengalami penyusutan, dari data Buku Kudus Dalam Angka (KDA) 2017 yang diterbitkan oleh Badan Statistik Kudus (BSK). Sampai sekarang kami belum menerima buku itu.”

Ditegaskan oleh Arin, perlindungan terhadap lahan pertanian produktif, terus dilakukan, untuk mencegah terjadinya alih fungsi. Apabila terjadi alihfungsi maka harus dilakukan dengan alasan demi kepentingan umum , serta setiap pemilik lahan pertanian yang dialihfungsikan, wajib diberikan ganti rugi oleh pihak yang mengalihfungsikan termasuk juga penggantian lahan.

“Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 44 Ayat (3) UU RI No. 41 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.” (DM)

No comments

Powered by Blogger.