Petani Kudus Nyatakan Tolak Impor Beras

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Rencana impor beras yang dikeluarkan Pemerintah Pusat mendapatkan reaksi penolakan dari petani di Kudus. Para petani khawatir kebijakan tersebut dapat membuat harga gabah hancur, karena bertepatan dengan panen raya.

Salah satu pihak yang menolak adalah perkumpulan petani pemakai air (P3A) Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan. Seperti diketahui, wilayah Kecamatan Undaan merupakan lumbung padi di Kudus. Di mana hampir seluruh sawah di wilayah tersebut ditanami padi.

"Kami dengan tegas menolak kebijakan impor beras yang tidak tepat waktu ini. Jelas sangat merugikan petani dan dijamin harga gabah akan anjlok," kata Anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Undaan Lor Nur Kholid, Senin (15/01/2018).



Dia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu kebijakan impor beras membuat harga gabah kering panen (GKP) menjadi Rp 370-380 ribu perkwintal. Padahal kalau tidak ada impor harga GKP bisa mencapai Rp 570-600 ribu perkwintal.

Bahkan dirinya memperkirakan jika kebijakan impor beras benar-benar diterapkan pada musim panen raya ini, harga GKP bisa anjlok hingga Rp 240 ribu perkwintal.

Dijelaskannya, hampir seluruh wilayah di Kecamatan Undaan sudah panen. Diakuinya panen di wilayahnya memang lebih awal, karena MT-I yang seharusnya pada Oktober 2017 sudah dilakukan lebih awal pada September 2017.

"Dengan adanya panen raya, kami yakin kebutuhan beras di Kudus dan sekitarnya terpenuhi. Makanya kami meminta pemerintah untuk kembali mengkaji kebijakan impor beras, jangan sampai merugikan para petani," tandasnya.

Sementara iu Kepala Desa Undaan Lor Edi Pranoto menjelaskan, luas sawah di Desa Undaan Lor mencapai 450 hektare dan merupakan yang terluas di Kecamatan Undaan. Dia berharap Pemerintah Pusat mempertimbangkan kembali kebijakan impor beras.

Sebab, lanjutnya, jika impor beras dilakukan saat panen raya membuat harga GKP turun, dan petani akan mengalami kerugian karena biaya operasional tidak sebanding dengan harga jual. (MK/YM)

No comments

Powered by Blogger.