Pintu Air Tanggulangin II Penyebab Banjir Di Jati Wetan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Bencana banjir yang melanda Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang terjadi pada 2017 lalu, karena ditutupnya pintu air Tangggulangin II, di Sungai Wulan. Penutupan pintu air yang letaknya di Desa Tanjungkali, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu, untuk mencegah agar banjir di Desa Jati Wetan itu tidak semakin parah. Tercatat sebanyak tiga dukuh, yakni Dukuh Barisan, Gendok, Tanggulangin yang rumahnya tergenang, sehingga warganya harus mengungsi.


Menurut Kepala Desa Jati Wetan, Suyitno, pintu air tesebut adalah salah satu muara dari Sungai Anakan yang alirannya melewati tiga dukuh, yakni Dukuh Barisan, Gendok dan Tanggulangin. Sungai Anakan, fungsinya menampung aliran air hujan dari semua drainase di Kudus wilayah kota, karena letak dukuh itu memang paling rendah. “Akibatnya, setiap musim hujan, air Sungai Anakan itu meluap karena tidak mampu menampung debit air. Sehingga pemukiman di sekitarnya menjadi tergenang.”

Kondisi di atas, ungkapnya lanjut, masih ditambah dengan Sungai Wulan yang banjir sehingga permukaan air terus bertambah tinggi, sampai melebihi permukaan air di Sungai Anakan, Jalan satu-satunya, pintu air itu ditutup, agar tidak tumpah ke Sungai Anakan. Namun langkah itu menyebabkan genangan air di Dukuh Gendok dan sekitarnya tidak bisa mengalir, sehingga surutnya banjir menunggu jika debit air Sungai Wulan menurun.

Meskipun masih bisa dioperasikan, namun hampir semua bagian pintu air yang terbuat dari besi, sudah berkarat. Demikian juga jembatan dari tanggul ke arah pintu, keadaannya mengkhawatirkan, kalau dilewati bergoyang-goyang, Sehinga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu. “Jembatan ini usianya sudah lima tahun lebih. Saat musim hujan, setahun sekali, pintu air ini pasti rusak,” ujar Suyitno. (DM)

No comments

Powered by Blogger.