Pokdarwis Desa Jepang Mejobo Kenalkan Anak Usia Dini Cara Menganyam Bambu

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Slogan "Visit to Jepang Without Visa" dalam paket wisata edukasi yang di sajikan oleh Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Desa Jepang Kecamatan Mejobo telah gencar dilakukan dua tahun lalu, Sebagai salah satu rintisan desa wisata di Kabupaten Kudus, Desa Jepang sejak dahulu terkenal dengan seni kerajinan anyaman bambu.

Alasannya, sebagian besar masyarakatnya memproduksi anyaman bambu untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Seperti halnya fun games, workshop proses membuat anyaman bambu untuk kandang ayam, tempat sampah, caping, “kurungan” dan lainnya.

Hal itu dikatakan Budi Handayani, Ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) Desa Jepang saat menerima siswa -siswi dari SD 4 Karangbener di kompleks Museum Kretek, Rabu (17-1-2018).


Dijelaskan Yani, Pada kunjungan tersebut, Sekitar 95 anak yang menempati sekitar anjungan rumah adat Kudus terlihat senang dan asyik dalam pengenalan menganyam yang dipandu langsung oleh anggota pokdarwis. Sebelumnya, mereka foto bersama, mengelilingi, melihat koleksi museum kretek, outbond dan usai workshop biasanya diakhiri dengan renang bersama.

Durasi untuk semua itu memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dalam waktu dekat sudah ada yang bekerjasama dengan kami, Bahkan telah memesan jauh-jauh hari.

Dalam wisata edukasi tersebut, lanjut Yani, juga menggandeng para kelompok organisasi atau komunitas yang ada di desanya untuk bergabung dibawah payung pokdarwis Desa Jepang. Seperti Komunitas Barongan, Barongsai Jadul, Leang leong naga dan lainnya. Dengan kegiatan tersebut, mereka para pegiat komunitas tersebut juga mempunyai kesibukan berupa kegiatan yang positif dan bisa mendapat penghasilan dari paket edukasi tersebut. (AJ)

No comments

Powered by Blogger.