Prospek Batu Nisan Asal Kudus Rambah Pasar Eks Karsidenan Pati

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Bayak cara yang dilakukan orang dalam mempersiapkan kematiannya, sebagian besar orang akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, tak sedikit orang yang mempersiapkan kematian mereka dengan membeli kain kafan, batu nisan hingga sepetak tanah yang akan digunakan untuk pemakamannya.

Prosesi menjelang ajal hingga pemakaman sering kali dianggap tabu oleh masyarakat. Sehingga sedikit orang yang mau menggeluti usaha perlengkapan jenazah, salah satunya adalah batu nisan.

Profesi Arifin (65) sebagai pembuat batu nisan dapat dibilang cukup langka, hanya beberapa orang yang mau menekuni usaha ini. “Karena pembuat batu nisan masih sedikit dan kebutuhan batu nisan yang cukup tinggi, sebab setiap orang meninggal pasti membutuhkan batu nisan. Hal tersebut mendorong saya untuk menggeluti usaha ini,” katanya kepada isknews.com, Sabtu (27-01-2018).

Bahkan menurut Arifin, ada masyarakat yang jauh-jauh hari sudah memesan batu nisan produksinya. Tonggak pendek penanda itu, bakal digunakan orang tersebut ketika ia telah meninggal dunia.


“Memang ada beberapa orang yang memesan batu nisan, untuk digunakannya kelak saat meninggal. Bagi sebagian orang akan terasa janggal, namun ada yang seperti itu. Karena setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda,” ungkapnya.

Dalam sehari, Arifin mengaku dapat memproduksi hingga 20 pasang batu nisan. “Untuk produksi, saya sesuaikan dengan minat konsumen, seperti saat ini masyarakat lebih menyukai batu nisan dari keramik. Sehingga yang saya produksi didominasi batu nisan keramik,” tutur warga Kelurahan Kerjasan, Kecamatan/Kabupaten Kudus ini.

Imbuhnya, “Begitupun dengan bentuk dan motif dari batu nisan, saya sesuaikan dengan permintaan konsumen. Selain itu, ada beberapa yang saya desain sendiri. Batu nisan yang saya jual ada empat macam yakni Kayu, Batu, Traso dan Kramik.”

Beda Batu Nisan Laki-laki dan Perempuan

Berbicara mengenai batu nisan, masyarakat Kudus mengenal adanya batu nisan untuk jenazah laki-laki dan perempuan. Batu nisan untuk laki-laki memiliki ujung sedikit lancip, sementara untuk batu nisan bagi perempuan, ujungnya cenderung tumpul.

“Batu nisan perempuan memiliki bentuk kepala yang lebih tumpul, sedangkan laki-laki bentuk kepalanya lebih lancip,“ jelas I’if (31), anak pertama Arifin.

Usaha batu nisan yang Arifin rintis dari 40 tahun yang lalu, kini mampu mengangkat perekonomian keluarga dan empat orang karyawannya. Bahkan, pemasaran batu nisan yang diproduksinya sudah menyebar ke seluruh Eks Karsidenan Pati.

Tak disangka ilmu yang diperolehnya secara otodidak dan kerja kerasnya dalam membangun usaha tersebut, mampu menghantarkannya menikmati kesuksesan di usia senja. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.