Rubah Kecenderungan Anak Akan Gadget Melalui Permainan Positif

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Anak usia dini pada hakikatnya merupakan individu yang memiliki pola pertumbuhan seiring berkembangnya zaman yang menyediakan segala bentuk kemudahan dan peralatan anak dalam belajar dan bermain.

Misalnya dalam aspek fisik, kognitif, sosioemosional, kreativitas, bahasa dan komunikasi khusus yang sesuai dengan tahapan yang sedang dilalui oleh anak tersebut. Proses - proses tersebut mulai tergeser ke arah yang berbeda dari sebelumnya, Salah satu teknologi yang memudahkan anak untuk belajar sekaligus bermain adalah gadget.

Gadget merupakan bagian dari alat komunikasi yang pada saat ini menjadi bukti kemajuan dari berbagai kondisi, untuk itu dari orang dewasa sampai anak-anak sulit untuk menghindari tidak menggunakan gadget dan dari alat ini sebagai bagian untuk memenuhi kebutuhan komunikasi.

Dijelaskannya, Gadget saat ini banyak digunakan dikalangan masyarakat, baik dari kalangan mahasiswa, perkantoran, maupun anak-anak. Perkembangan yang semakin maju tersebut menyebabkan terjadi beberapa pergesaran bentuk dan prilaku perkembangan anak yang sudah terlalu dimudahkan oleh teknologi.

Pemakaian gadget tersebut juga dapat menjadi candu yang akan sulit untuk ditanggulangi dan mengakibatkan pola prilaku yang menyimpang jika tidak dalam pengawasan yang tepat.


Menurut Dosen STAIN Kudus, Bahauddin,Penggunaan gadget secara continue akan berdampak buruk bagi pola perilaku anak dalam kesehariannya, anak-anak yang cenderung terus menerus menggunakan gadget akan sangat tergantung dan menjadi kegiatan yang harus dan rutin dilakukan oleh anak dalam aktifitas sehari hari, tidak dipungkiri saat ini anak lebih sering bermain gadget dari pada belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Hal ini sangat mengkhawatirkan, sebab pada masa anak-anak mereka masih tidak stabil,memiliki rasa keingintahuan yang sangat tinggi, dan berpengaruh pada meningkatnya sifat konsumtif pada anak-anak untuk itu penggunaan gadget pada anak-anak perlu mendapatkan perhatian khusus bagi orang tua.

Keberadaan orangtua bertujuan untuk memberikan respon positif lewat interaksi dalam permainan baru. Dengan diajak bermain bersama, anak biasanya akan lupa dengan gadgetnya.

"Saat dialihkan dari gawainya, jangan biarkan anak bermain sendiri, melainkan didampingi orangtua. Jika anak hanya dilarang memegang gadgetnya, lalu aktivitasnya itu tidak diganti dengan yang lain, pasti anak akan merengek lagi meminta gadget," pesannya.

Lebih lanjut, Beberapa kasus mengenai dampak negatif dari smartphone ini sering sekali menimpa anak-anak. Mulai dari kecanduan internet, game, dan juga konten-konten yang berisi pornografi.

Untuk jenis permainan, mencontohkan orangtua bisa mendampingi anak saat bermain air. Dalam pendampingan itu, berikan interaksi seperti mengajarkan alasan sebuah barang tenggelamm, muncul dan mengambang. "Tentunya dengan memperagakan dengan benda-benda tertentu seperti mainan bebek dari karet," misalnya

“Dengan begitu, anak-anak akan temukan pengalaman baru yang enggak dia dapat di gagdet. Mereka akan berpikir, oh ternyata main dengan ini lebih menarik karena bisa memegang, menarik, merasakan air sebenarnya,” pungkasnya (AJ)

No comments

Powered by Blogger.