Siang Bolong Perampok Satroni Rumah di Ngemplak

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Perampok satroni rumah Sri Kayati (47), warga Desa Ngemplak RT 01/RW 02, Kecamatan Undaan, Senin (29-01-2018). Aksi tersebut tergolong nekat, sebab dilakukan di siang bolong sekira pukul 10.00 WIB.

Menurut kakak korban, Nur Hasyim (53), perampokan terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu adiknya masih berada di pasar untuk berjualan. Saat perampok menyatroni hanya ada anak kedua korban yang berada di rumah.

"Perampok kemungkinan beraksi sendiri dengan cara mencongkel pintu rumah belakang. Saat itu yang berada di rumah keponakan saya yang nomor dua," katanya.

Anak kedua Sri Kayati yakni Ana Nurul Fitriani (20) menceritakan, perampok masuk melalui pintu belakang dengan cara mencongkel menggunakan linggis. "Saat itu saya berada di kamar lantai dua, perampok sudah masuk mengacak-acak kamar kakak," terangnya.

Mendengar ada suara gaduh di bawah, Ana bergegas turun mengecek kondisi. Ternyata setelah sampai di bawah sudah ada perampok yang berada di kamar kakaknya.

Aksinya ketahuan, sang perampok mengeluarkan Senjata Tajam (Sajam) golok yang digunakan untuk mengancam Ana. "Saya diancam pakai golok, diminta menunjukkan kamar ibu saya. Perampok memaksa menunjukkan letak perhiasan emas," jelasnya.


Tapi, lanjutnya, karena dirinya tidak mengetahui di mana ibunya menyimpan perhiasan akhirnya perampok memaksa meminta kalung emas yang dipakainya. Akhirnya diserahkan kalung emas seberat 5 gram.

"Saya dipaksa menyerahkan kalung yang saya pakai. Karena saya gugup dan takut perampok akhirnya menarik paksa kalung yang saya pakai menggunakan golok," imbuhnya.

Dia mengaku tidak mengenal perampok tersebut. Hanya saja Ana sangat mengingat wajah pelaku. Perampok saat beraksi tidak memakai cadar, sehingga bisa terlihat jelas wajahnya.

Pelaku memiliki ciri-ciri badan besar, tinggi dan kekar. Wajah pelaku tepat di bawah mata sebelah kiri ada bekas sayatan (codet -red), dan potongan rambut pendek. "Usai beraksi saya diminta masuk kamar dan perampok langsung pergi menggunakan motor," tandasnya.

Pemilik rumah Sri Kayati menambahkan, selain kalung emas 5 gram milik anak keduanya, perampok juga berhasil menggasak uang Rp 800 ribu. "Kami bersyukur anak perempuan kami tidak disakiti," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngemplak, Sutrisno mengungkapkan, kejadian perampokan baru kali ini terjadi di wilayahnya. Dia juga mengaku heran karena lokasi perampokan merupakan daerah yang ramai.

"Di seberang jalan ada penggilingan padi, itu selalu ramai. Tapi heran kok bisa ada perampokan," ucapnya.

Kapolsek Undaan, AKP Anwar saat dikonfirmasi, membenarkan mendapat laporan dari warga terjadi tindak kejahatan di rumah Sri Kayati. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.