Siswa Baru Merosot, 20 SD Terpaksa Diregrouping

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Berkurangnya jumlah peserta didik baru yang mendaftar setiap tahun menjadi persoalan sejumlah sekolah tingkat dasar di Kabupaten Kudus. Jalan akhir yang patut dilakukan yakni dengan penggabungan atau regrouping.

Regrouping SD ini, untuk efisiensi karena siswa yang mendaftar dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Ihwal tersebut diungkap Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Joko Susilo, Rabu (17-01-2018).

Diketahui, hingga tahun 2017 lalu, terdapat 20 SD Negeri di Kudus yang telah dilakukan regrouping. Penurunan siswa ini, diduga karena orangtua banyak memilih sekolah yang berkualitas. 

“Nantinya jika ada sekolah yang siswanya (kelas 1 –red) kurang dari target minimal per kelas juga akan akan diregrouping,” jelas Joko.

Regrouping ini, lanjutnya, khusus bagi SD negeri yang kelas pemula siswanya tidak lebih dari 20 anak. Hal itu merujuk Permendikbud No 17 Tahun 2017 yang mengatur tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dari jumlah SD Negeri di Kudus semula terdapat 445, namun setelah adanya regrouping 20 SD, jumlahnya berkurang menjadi 425 yang tersebar di sembilan kecamatan.


Hingga saat ini, di wilayah Kecamatan Kota dari 52 SD Negeri, dua di antaranya telah diregrouping, yakni SD 4 Rendeng dan SD 2 Singocandi. Kemudian, di Kecamatan Gebog, dari 57 SD Negeri, baru 1 SD negeri yang diregrouping yakni SD 3 Gribig saja. Lebih lanjut untuk wilayah Kecamatan Bae terdapat 40 SD Negeri dan dua SD di antaranya sudah diregrouping yaitu SD Negeri 1 Karangbener dan SD 1 Bacin.

Kemudian di wilayah Kecamatan Dawe dari 63 SD Negeri, tiga SD sudah diregrouping yakni SD Negeri 4 Margorejo, SD Negeri 4 Rejosari serta SD Negeri 2 Lau. Selanjutnya, di Kecamatan Jekulo terdapat 63 SD Negeri, dan tiga di antaranya dilakukan regrouping yakni SD Negeri 5 Tanjungrejo, SD Negeri 4 Bulung Kulon serta SD Negeri 2 Pladen.

Lalu untuk wilayah Kecamatan Jati, dari jumlah 47 SD Negeri, sudah ada tujuh SD Negeri yang diregrouping yaitu SD Negeri 2 Pasuruhan Kidul, SD Negeri 4 Pasuruhan Lor, SD Negeri 1 Jetis Kapuan, SD Negeri 5 Loram Kulon, SD Negeri 3 Loram Kulon, SD Negeri 4 Loram Wetan serta SD Negeri 3 Tumpangkrasak. Sedangkan untuk wilayah Kecamatan Undaan, terdapat 35 SD Negeri dan baru satu SD Negeri yang diregrouping, yaitu SD Negeri 3 Sambung.

Berikutnya di wilayah Kecamatan Mejobo, dari 47 SD Negeri, baru satu SD yang diregrouping yakni SD Negeri 1 Tenggeles. Sementara, khusus untuk wilayah Kecamatan Kaliwungu dari 41 SD Negeri, belum ada yang diregrouping dan menjadikan satu-satunya yang tahun lalu nihil regrouping.

“Untuk para guru yang semula mengajar di sekolah yang diregrouping mengikuti sekolah yang dijadikan lokasi untuk digabung,” imbuh Joko, “Lalu untuk kepala sekolahnya, akan di tempakan di SD yang kepala sekolahnya telah pensiun. Begitu pula Guru Tidak Tetap (GTT), mereka juga ikut pindah. Dan itu adalah tanggung jawab dari pihak komite sekolah.” (AJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.