Sosok Pahlawan Lingkungan yang Sering Terabaikan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Mungkin sebagian orang akan merasa berlebihan jika menyebut, petugas kebersihan adalah pahlawan di bidang lingkungan. Tetapi begitulah adanya, dengan sepenuh daya dan upaya mereka terus menjaga agar ruang publik di kota menjadi bersih, serta bebas dari sampah.

Memang, petugas kebersihan bekerja bukan dengan cuma-cuma, mereka mendapatkan gaji untuk melakukan pekerjaan tersebut. Dari sini mungkin anda beranggapan, seumpama mereka disebut sebagai pahlawan di bidang lingkungan, sedikit berlebihan bukan?

Coba renungkan, dari setiap sampah yang anda buang sembarangan. Bagaimana nasib sampah-sampah itu kini? Sudahkah mereka terurai oleh tanah, atau masih menumpuk dan mengotori lingkungan?

Padahal seperti yang anda ketahui, misalnya saja sampah plastik yang anda buang sembarangan, sangat sulit terurai bahkan hingga ratusan tahun. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tak urung anak cucu kita yang bakal terkena imbasnya. Di dalam tanah bahkan di lautan luas yang menyelubungi bumi, sampah plastik menjadi persoalan dunia hingga saat ini.

Dengan ketulusan hati untuk menghidupi anak dan istrinya, mereka rela memungut dan membersihkan setiap ruas-ruas jalan, taman dan sejumlah fasilitas publik dari sampah-sampah yang anda buang sembarangan.

Kepala Petugas Kebersihan Kabupaten Kudus, Syafi’i (40) mengaku, pekerjaan yang mereka lakukan sering kali dipandang sebelah mata dan dinilai rendah oleh masyarakat. Meski begitu, mereka tetap tegar dan menjalani profesi penuh dengan ketulusan.


“Masyarakat banayak yang tidak menyadari peran dan kerja keras kami, dalam menjaga kebersihan dan keindahan kota ini. Yang mereka tahu, kota ini bersih dan nyaman untuk digunakan beraktifitas. Tanpa mereka sadari, kami adalah tokoh dibalik terjaganya kebersihan kota ini,” ujar Ayah tiga anak ini.

Setiap pagi buta, saat sebagian orang masih terlelap dalam tidurnya. Mereka harus berangkat bekerja, lalu menyeka setiap ruas-ruas jalan dan taman yang ada di Kota Kretek ini. Bahkan derasnya hujan tidak mematahkan semangat mereka untuk tetap membersihkan sudut-sudut kota.

Sampah dan daun-daun yang jatuh berserakan di jalanan merupakan benda yang harus segera dieksekusi. “Target pukul 06.30 WIB setiap ruas-ruas jalan dan taman harus sudah bersih dan rapi, agar masyarakat dapat dengan nyaman beraktifitas di kota ini,” ujar Syafi’i saat ditemui isknews.com, Selasa (23-01-2018).

Pekerjaan yang mereka jalani tidak sekedar membersihkan ruas-ruas jalan, lalu selesai. Tetapi mereka dituntut untuk selalu menjaga kebersihan di ruas jalan dan taman.

“Tidak dipungkiri, setelah semua jalan selesai disapu, pasti ada daun-daun yang kembali berguguran dan sampah yang berserakan. Itu harus segera kami bersihkan kembali,” katanya.

Kendala yang dialami petugas kebersihan cukup beragam. Mulai dari kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Terkadang rasanya cukup menggelikan, saat semua ruas jalan telah dibersihkan. Tiba-tiba ada orang yang membuang sampah sembarangan di ruas jalan tersebut,” ungkapnya sembari tertawa.

Selain itu, pada pagi hari sering kali ditemukan kantong-kantong plastik yang berisikan sampah rumah tangga yang digeletakkan di trotoar maupun di bawah pohon. Padahal, dengan adanya kelompok sampah yang sudah tersebar di seluruh Kabupaten Kudus, seharusnya sudah tidak ada masyarakat yang bertindak demikian.

Diraihnya Adipura Kencana oleh Kabupaten Kudus pada tahun 2017, seharusnya dapat memotivasi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih berperan aktif dalam menjaga kebersihan Kota Kretek. Langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan membuang sampah pada tempatnya. Karena kebersihan kota adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya kewajiban dari petugas kebersihan semata. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.