Tahu Enggak, Ada Desa yang Berasal Dari Nama Daun di Kudus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Dahulu, Sunan Kudus memiliki santri kesayangan yang bernama Mbah Seniyah. Selain belajar ilmu agama, Mbah Seniyah bertugas untuk merawat Den Ayu Melati yang merupakan istri dari Sunan Kudus.

Waktu itu Den Ayu Melati sedang sakit dan Mbah Saniyah ditugaskan untuk mendampinginya mencari obat dari penyakitnya. Den Ayu Melati dan Mbah Seniyah memulai perjalanannya dari Menara Kudus ke Selatan, hingga sampai di sebuah perkampungan yang terletak di tepi Sungai Gelis.

“Di perkampungan itu, Mbah Saniyah melihat masyarakat kampung mayoritas bekerja sebagai jagal kerbau. Banyaknya kerbau yang disembelih, sehingga banyak kulit kerbau atau lulang yang dihasilkan di kampung tersebut. Karena kampung itu belum memiliki nama, maka Mbah Seniyah memberi nama Kampung Tambak Lulang,” ungkap Sutrisno (55), Senin (29-012018).


Dari Kampung Tambak Lulang, Mbah Seniyah dan Den Ayu Melati melanjutkan perjalanan ke arah Timur dan menyeberangi Sungai Gelis, hingga memasuki sebuah kampung lagi. Di kampung tersebut, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak, guna merawat Den Ayu Melati yang tengah sakit.

“Dikisahkan, Mbah Saniyah dan Den Ayu Melati saat itu bertemu dengan Nawang Wulan yang sedang membawa lesung. Melihat kondisi Den Ayu Melati yang tengah sakit, Mbah Seniyah meminta lesung itu untuk digunakan sebagai tempat persembunyian oleh Den Ayu Melati,” kata Sekretaris Desa Ploso ini.

Ikhtiar yang Mbah Saniyah lakukan untuk merawat Den Ayu Melati yang tengah sakit, menghantarkannya pada sebuah daun yang bernama daun Kloso. Aroma daun Kloso yang harum, memikat Mbah Saniyah untuk mengambil dan menggosokkan daun tersebut ke dahi Den Ayu Melati.

Tak disangka, berkat daun Kloso tersebut penyakit dari Den Ayu Melati dapat sembuh. ”Khasiat dari daun Kloso tersebut, membuat Mbah Saniyah menjuluki Kampung tersebut dengan nama Kloso. Yang kini dikenal sebagai Desa Ploso,” pungkasnya. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.