Tak Tersedia Alat, Temuan Fosil Gajah Purba Di Situs Patiayam Di Kubur Lagi

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Penemuan fosil gajah purba (stegodon), kembali terjadi di area Situs Patiayam. Tempat ditemukannya fosil itu di Situs Patiayam yang masuk Wilayah Kabupaten Pati, tepatnya di Desa Wangunharjo, Kecamatan Margorejo. 

Sebagian dari fosil gajah purba yang kini sudah diamankan di Museum Fosil Patiayam Kudus itu, ditemukan pada 2 Januari 2018 lalu, di ladang jagung milik warga desa setempat. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Kudus, Suyanto, yang dihubungi isknews.com, Kamis (11/01/18), membenarkan hal itu. 
Menurut dia, penemuan fosil itu terjadi secara tidak sengaja, oleh Zaenuri yang kebetulan salah satu dari juru pelihara Museum Fosil Patiayam. 


Saat itu, Zaenuri sedang menjaring burung, di ladang jagung milik Suratman, di Desa Wangunharjo. Tanpa sengaja pandangannya tertuju pada benda mirip tulang yang menyembul dari dalam tanah. 

Setelah digali dengan alat seadanya, ternyata benda itu adalah fosil potongan tulang punggung gajah purba. Zaenuri kemudian penggalian dan menemukan fosil yang ukuranya lebih besar, bentuknya potongan kaki gajah purba.

Juru pelihara Situs Patiaayam itu selanjutnya melakukan langkah penyelamatan. Sebagian dari fosil yang ditemukan, yakni sambungan tulang pinggul dan tulang belakang, diangkat dan dibawa ke Museum Fosil Patiayam, untuk disimpan. 

Sedangkan fosil yang ukurannya lebih besar, karena tidak ada alat yang kuat untuk mengangkat, sehingga kalau dipaksakan bisa rusak, diputuskan  dikubur lagi di dalam tanah. “Penyelamatan fosil itu, sudah koordinasi dengan pihak pemerintahan Desa Wangunrejo,” tutur Suyanto.

Dia menjelaskan, temuan fosil itu sudah dilaporkan ke Museum Purbakala Sangiran. karena hanya tim ahli dari museum itulah yang bisa menentukan fosil yang ditemukan di Situs Patiayam itu masuk jenis hewan apa. 

“Museum Fosil Patiayam baru mempunyai tenaga ahli konservasi. Jadi untuk penelitian ahli arkeologi, masih kerjasama dengan Museum Purbakala Sangiran.” (DM)

No comments

Powered by Blogger.