Ternyata, Celana Jeans Bekas Bisa Dijadikan Tas Keren

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Tidak dipungkiri perkembangan tren fashion selalu diiringi oleh peningkatan konsumsi masyarakat akan fashion itu sendiri. Salah satunya adalah pakaian yang memiliki tingkat konsumsi tertinggi bagi masyarakat.

Di sisi lain, tingginya pola konsumsi masyarakat terhadap fashion menjadi sebuah permasalahan baru dibidang lingkungan, yakni meningkatnya jumlah sampah rumah tangga, terutama sampah pakaian bekas. Keberadaan sampah ini, kurang mendapatkan perhatian masyarakat. Pakaian bekas tersebut biasanya hanya ditumpuk di almari atau dibuang ke tempat sampah.

Namun tidak bagi, Bagus Panggalih (25) warga Desa/Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Ia mengatakan, semua pakaian bekas sebenarnya dapat dijadikan barang baru, hanya saja mebutuhkan inovasi dan kejelian dalam proses pengolahannya.

“Seperti tas yang saya buat, bahan bakunya adalah celana jeans bekas. Dengan sedikit inovasi dan kemauan untuk belajar dari google, saya dapat menyulapnya menjadi tas yang unik,” ungkapnya sambil menunjukkan tas yang diproduksinya.


Proses pembuatan tas dari celana jeans bekas ini, sama dengan pembuatan tas pada umumnya. Awalnya celana jeans diretas semua jahitannya, kemudian dibentuk sesuai pola yang diinginkan, setelah itu baru dijahit.

Setiap celana jeans memiliki ukuran dan motif yang berbeda. Hal ini yang menjadikan pembuatan tas dari celana jeans bekas sedikit rumit.

“Setiap celana jeans memiliki motif yang unik dan itulah yang harus saya pertahankan. Sehingga saat pembuatan pola tas, saya harus menyesuaikan dengan motif dari celana jeans tersebut,” imbuh Bagus.

Tak ayal, jika tas dari celana jeans bekas yang diproduksi oleh Bagus memiliki motif dan bentuk yang berbeda-beda. Justru keunikan tersebut yang menjadikan tas karyanya begitu istimewa.

Selain menjadi peluang usaha yang menjanjikan, usaha pembuatan tas dari celana jeans bekas ini, dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Usaha ini dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengatasi penumpukan pakaian bekas di rumah. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.