Bahan Makanan Penyumbang Inflasi Terbesar Kudus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Kelompok bahan makanan pada Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 3,26 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 151,74 dibandingkan Desember 2017 menjadi 156,68.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus, Sapto Harjuli Wahyu menjelaskan, dari 11 subkelompok yang ada tujuh di antaranya mengalami inflasi dan tiga subkelompok mengalami deflasi.

Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah padi-padian, ubi-ubian dan hasilnya sebesar 9,86 persen. Sedangkan inflasi terendah adalah kacang-kacangan sebesar 0,11 persen.

Sementara subkelompok yang mengakami deflasi terjadi pada telur, susu dan hasilnya sebesar 2,01 persen. Sedangkan, subkelompok yang mengalami deflasi terkecil adalah lemak dan minyak sebesar 0,01 persen.


"Kelompok bahan makanan pada Januari 2018 merupakan penyumbang inflasi terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,80 persen," paparnya.

Sapto menambahkan, komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain, beras, cabai rawit, daging ayam ras, kentang dan ikan panggang. Selanjutnya, komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi yaitu telur ayam ras, tomat sayur, kangkung, kacang panjang, dan bawang merah.

Diberitakan sebelumnya, perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2018, secara umum mengalami kenaikan. Harga beras, cabai rawit, bensin, daging ayam ras dan mobil yang naik signifikan menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di Kudus.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kabupaten Kudus pada Januari 2018, terjadi inflasi sebesar 1,00 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 148,03. Lebih tinggi jika dibandingkan Desember 2018 yang mengalami inflasi 0,60 persen dengan IHK 136,67.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran. Di antaranya bahan makanan 3,26 persen, kelompok makanan jadi, minunan, rokok dan tembakau 0,11 persen.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,10 persen, kelompok sandang 0,30 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,16 persen, serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,81persen. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.