Benda yang Jadi Cikal Bakal Desa Damaran

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Desa Damaran yang terletak di sebelah barat Masjid Menara Kudus ini, dahulunya merupakan daerah yang banyak ditumbuhi oleh Pohon Randu. Dari pohon randu tersebut terdapat Damar (lampu teplok yang besar –red), yang memancarkan keindahan sinarnya di malam hari.

Dari damar tersebut, seorang mubaligh asal Kota Temanggung memberi nama daerah tersebut dengan nama Damaran. Bagaimana wujud dari damar tersebut?

Dikisahkan, Syeikh Abdul Basyir atau Sunan Kedu yang merupakan seorang wali (mubaligh –red) yang berasal dari Kabupaten Temanggung. Kala itu, ia datang ke Kudus untuk menemui Sunan Kudus dengan mengendarai sebuah tampah.


“Sesampainya di Kudus, Sunan Kedu tidak mengetahui secara pasti kediaman Sunan Kudus. Sembari mengendarai tampahnya, ia berkeliling Kudus untuk mencari Sang Sunan,” ungkap Kepala Desa Damaran, Moh Said Romadlon (50), Selasa (06-02-2018).

Melihat pemandangan yang tidak bisa tersebut, masyarakat Kudus terheran-heran hingga terjadi sebuah keributan. Mendengar hal tersebut, Sunan Kudus khawatir jika masyarakat akan meniru kesaktian Sunan Kedu, bukan kesalehan agamanya.

“Akhirnya Sunan Kudus menunjukkan jarinya ke arah tampah yang di kendarai Sunan Kedu. Dengan kuasa Tuhan, Sunan Kedu dan tampahnya jatuh di sebuah daerah yang becek. Lalu Sunan Kedu berjalan mencari sumber air untuk membersihkan diri,” tutur pria yang karib disapa Said itu.

Setelah dirinya bersih, ia melanjutkan perjalanannya untuk berkunjung ke Sunan Kudus. Karena waktu yang sudah larut malam dan jauhnya perjalanan yang telah ditempuh, akhirnya Sunan Kedu memutuskan untuk menginap di sebuah daerah.

Malam itu, di penginapan Sunan Kedu melihat seberkas cahaya yang terpancar indah dari sebuah daerah Randu Alas.

“Setelah ditelusuri cahaya tersebut berasal dari sebuah damar yang digunakan oleh masyarakat sebagai penerangan. Dari kejadian tersebut, daerah Randu Alas diberi nama oleh Sunan Kedu dengan sebutan Damaran,” pungkas Kepala Desa Damaran tersebut. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.