Berikut Ulasan Asal Perdukuhan di Desa Temulus

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Ki Demang Kinolojoyo merupakan seorang prajurit Kerajaan Mataram yang dikenal sebagai sosok yang begitu keras dan pemberani. Karakternya tersebut membuatnya disegani oleh banyak orang di Mataram. Pada suatu ketika, terjadi sebuah peperangan di Kerajaan Mataram dan berhasil diselesaikan dengan baik.

Setelah perang tersebut selesai, sosok Ki Demang Kinolojoyo bersama istrinya Nyai Kinolowati, tiba-tiba menghilang dan tidak diketahui keberadaanya. Rupanya mereka mengembara ke sebuah daerah yang kini disebut dengan nama Desa Temulus.

"Di daerah tersebut, kedua pasang suami istri ini melakukan babat alas (membuka lahan untuk pemukiman -red) dan melakukan syiar agama Islam. Lama menghilang tanpa kabar, seorang teman Ki Demang Kinolojoyo (dari Kerajaan Mataram -red) coba mencari keberadaanya," kata Sekertaris Desa Temulus, Heni Hermawati (48).

Tanpa disengaja, mereka dipertemukan kembali di sebuah daerah tersebut. Lama tidak berjumpa menjadikan keduanya lama bercengkrama untuk melepas kerinduan. Dari pertemuan tersebut, teman Ki Demang Kinolojoyo merasakan ada sesuatu yang berbeda pada diri Suami Nyai Kinolowati tersebut.

"Dahulu karakternya yang begitu keras, kini banyak berubah menjadi sosok baru yang begitu santun dan halus. Hal tersebut terlihat jelas dari tutur kata dan prilaku Ki Demang Kinolojoyo," ungkap Heni pada media ini, Senin (26-02-2018).

Makam Ki Demang Kinolojoyo di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Senin (26-02-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Karena perubahan karakter Ki Demang Kinolojoyo tersebut, daerah tersebut dikenal dengan nama Desa Temulus. Nama tersebut diambil dari kata Temu (menemukan -red) dan Alus (halus -red) yang menggambarkan karakter dari Ki Demang Kinolojoyo setelah berpindah ke daerah tersebut.

"Dari kata Temu dan Alus, tercetuslah nama Desa Temulus. Nama tersebut juga merupakan cerminan karakter dari masyarakat Desa Temulus yang memiliki sifat halus," tuturnya.

Menurut Heni, nama perdukuhan di Desa Temulus diambil berdasarkan karakteristik dari daerah itu masing-masingnya. Seperti yang ada di RW 1 dan 2 yang bernama Dukuh Karang Gayam, karena di daerah tersebut terdapat sebuah Pohon Gayam.

"Pohon Gayan ini berada di depan makam Mbah Singo Keruk yang merupakan tokoh cikal bakal daerah tersebut. Menurut cerita leluhur, Mbah Singo Keruk juga seorang penyebar agama Islam di Desa Temulus, akan tetapi hingga kini masyarakat tidak mengetahui secara pasti sosoknya," ujarnya.

Berlanjut ke Dukuh Karang Malang, dinamakan demikian karena letak daerah tersebut yang berada di percabangan sungai, sehingga orang menyebutnya Malang-malang (malang melintang -red). Dari kata Malang-malang tersebut daerah ini disebut Dukuh Karang Malang.

Terakhir Dukuh Kambangan, diambil dari kata ngambang (mengapung -red). Pada zaman dahulu Desa Temulus merupakan daerah rawa-rawa yang luas, dari rawa itu terdapat sebuah daerah yang memiliki dataran lebih tinggi. Sehingga terlihat ngambang, dari kata tersebut terciptalah Dukuh Kambangan. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.