Buntut Foto Bersama Cawabup di Medsos, Camat Jekulo dan Sejumlah Kades Dipanggil Panwas

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus - Camat Jekulo, Dwi Yusie Sasepti dipanggil Panwaskab Kudus, Selasa (27-02-2018). Pemanggilan tersebut terkait beredarnya foto bersama dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kudus, Noor Yasin yang diunggah di media sosial oleh akun Facebook Cak Narto pada 26 Februari 2018.

"Kami panggil Camat Jekulo dan beberapa kepala desa untuk memberikan klarifikasi, terkait beredarnya foto di media sosial. Semua nama yang disebut pada akun Cak Narto kami panggil hari ini," kata Ketua Panwaskab Kudus, Wahibul Minan kepada sejumlah awak media.

Pantauan isknews.com, Yusie datang bersama dengan lima kepala desa. Di antaranya Kepala Desa Bulungcangkring, Pladen, Hadipolo, Honggsoco, dan Jekulo. Semuanya merupakan nama yang disebut dalam akun Cak Narto.

Sebelumnya, Cak Narto dalam unggahan Facebooknya menuliskan caption "CAWABUP Pak Noor Yasin Doa Pemenangan Bersama Dg Camat Jekulo Kades Pladen Hadipolo Bulung Cangkring, Honggosoco dan Jekulo di Ruang Kerja Camat Jekulo Sederek."

Camat Jekulo, Dwi Yusie Sasepti saat klarifikasi di Kantor Panwaskab Kudus, Selasa (27-02-2018). (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Unggahan itu mendapatkan respon dari Panwaskab Kudus. Dikatakan Minan, pihaknya mengetahui unggahan Cak Narto pada Senin malam. "Kami langsung melakukan langkah cepat memanggil pihak terkait yang ada dalam foto dan yang disebut pada unggahan."

Minan menjelaskan, setelah ditelusuri foto tersebut adalah pengajian yang dilakukan oleh salah satu elemen masyarakat. Dimana lokasinya berada di Masjid Al Munawaroh yang berada disamping Kantor Kecamatan Jekulo.

Pengajian tersebut dilangsungkan pada Selasa, 20 Februari 2018. "Hadirnya Noor Yasin masih kami dalami, apakah terkait kampanye atau tidak. Yang pasti kami panggil dulu Camat dan para Kades yang disebut, sebab kami hanya punya waktu tujuh hari untuk melakukan penindakan," bebernya.

Camat Jekulo, Yusie usai klarifikasi kepada Panwaskab Kudus menyatakan, dengan tegas menampik seluruh tuduhan pada unggahan pada akun Cak Narto. Dia membenarkan dalam foto tersebut adalah dirinya.

Namun, dia menampik caption yang tertulis bahwa foto itu berakitan dengan kampanye Pilkada Kudus 2018 dengan mendukung Noor Yasin. Dia menjelaskan, peristiwa sebenarnya yang terjadi adalah pada saat itu memang sedang berlangsung acara pengajian yang diadakan Jamaah Al Khidmah di Masjid Al Munawaroh.

Hanya saja karena di Masjid tersebut baru tahap pembangunan, panitia mengirimkan surat peminjaman untuk tempat transit untuk tamu khusus seperti Kiai dan Habib.

"Panitia meminjam aula untuk tempat transit dan juga halaman kantor untuk tempat parkir," jelasnya.

Yusie mengaku, tidak mengetahui jika ternyata ada Noor Yasin ikut diundang dalam acara tersebut. Terkait foto bersama Cawabup Kudus nomor urut 1, dia berdalih foto itu diambil sebelum acara dimulai. "Seperti biasa sebelum acara dimulai pasti ada doa dulu."

Yang pasti dirinya menampik tuduhan dari akun Cak Narto yang menyebut saat itu adalah doa pemenangan untuk Noor Yasin. Bahkan disebutnya, bahwa Kades Bulungcangkring tidak hadir dalam acara tersebut.

"Empat Kades yang disebut benar hadir, tapi yang ada di dalam ruangan hanya Kades Pladen. Sementara yang lain berada di luar. Sedangkan Kades Bukungcangkring malah tidak hadir. Itu tidak benar unggahan Cak Narto," tegasnya.

Sebelumnya, Panwas Kecamatan Kota juga memanggil Kades Mlati Lor yang diketahui hadir dalam kegiatan paslon Cagub Jateng dan Cabup Kudus nomor urut satu pada 21 Februari 2018. Namun panwas hanya memberikan sanksi peringatan saja. (MK/AM)

No comments

Powered by Blogger.