Bus Mini Perpus Keliling Dikandangkan

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Dinas Kearsipan dan Perpustkaan Daerah (Arpusda) Kabupaten Kudus, akan mengusulkan penghapusan aset kendaraan empat bus mini yang melayani perpustakaan keliling. Pasalnya, meskipun mobil buatan 1990 itu masih bisa dioperasikan, namun biaya perawatanya sangat tinggi, sehingga dinas itu tidak mampu menanggungnya.

Kepala Dinas Arpusda Kabupaten Kudus, Masyudi melalui Juru Bicara Dinas Arpusda, Moh Ekodiono, saat dihubungi isknews.com, Rabu (07-02-2018) di ruang kerjanya, membenarkan hal itu.

Menurut dia, bus mini bermerek Toyota Rino buatan 1990 dengan Nomor Polisi (Nopol) K 9513 8 itu, kondisinya memang sudah tua. Sehingga membutuhkan biaya perawatan tersendiri, terutama yang berkaitan dengan mesin bus mini tersebut. 

“Biaya perawatan dan operasional sangat besar, sehingga secara ekonomis tidak menguntungkan bagi dinas. Selain ongkos perbaikannya mahal, mencari onderdilnya sulit dicari,” ungkap Ekodiono.


Oleh karena itu, lanjutnya, pihak dinas mengusulkan penghapusan aset bus mini yang sudah 25 tahun, melayani pembaca sebagai kendaraan perpustakaan keliling di kecamatan atau sekolah. “Usulan penghapusan itu sudah kami ajukan ke bagian aset daerah, yakni Badan Pengelola Pajak Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus.”

Dengan tidak bisa difungsikannya mobil mini bus tersebut, pelayanan kepada masyarakat pembaca oleh Dinas Arpusda Kabupaten Kudus, khusus mobil unit keliling, menjadi berkurang yakni yang sebelumnya tiga unit mobil, menjadi hanya dua mobil saja.

Dua unit mobil itu, adalah Pick Up Station Mitshubisi L-300 buatan 2006, bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus dan Toyota Kijang Hilux tahun 2011, bantuan dari pemerintah pusat.

Dengan kapasitas sebanyak 1.000 buku, atau sekitar 200 judul per unit, kedua mobil perpustakaan keliling itu, dioperasikan melayani pembaca di sejumlah tempat, seperti kantor kecamatan, sekolah dan di event seperti Car Free Day (CFD). 

“Masing-masing unit mobil sudah terjadwal secara rutin, baik tempat atau harinya yakni tiga kali dalam satu pekan,” ujar Ekodiono.

Terkait minat baca masyarakat Kudus, imbuhnya, masih perlu ditingkatkan karena pengunjung atau jumlah peminjam buku mobil keliling perpustakaan, dirata-rata hanya 10-20 orang, dari ratusan judul buku yang disediakan, termasuk anak sekolah. 

“Padahal selain membaca di tempat, murid-murid itu diperbolehkan meminjam buku untuk dibawa pulang. Syaratnya dikembalikan pada saat mobil perpustakaan keliling kembali ke sekolah itu lagi,” pungkasnya. (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.