Cegah Kuntet, Ratusan Balita di Kudus Akan Diberi Obat Cacing

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Sebanyak 167.276 anak usia di bawah lima tahun (balita -red) di Kabupaten Kudus, akan diberi obat cacing. Pemberian obat itu dalam upaya mencegah anak balita dari penyakit cacingan yang berakibat menghambat pertumbuhan, sehingga menjadi stunting (kuntet -red), serta menurunnya daya tahan tubuh yang berdampak mudah terserang penyakit.

Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PPPM) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Subiyono, yang dihubungi isknews.com, Kamis (01-02-2018), di ruang kerjanya, membenarkan hal itu.

Menurut dia, angka 167.276 itu adalah jumlah balita di Kabupaten Kudus yang akan diberikan obat cacing. Mekanismenya, semua anak balita akan mendapatkan obat cacing, namun sasaran prioritas pada anak usia dini (1 – 6 tahun) dan anak usia sekolah (6 – 12 tahun). 


Pemberian obat cacing itu, dilakukan satu tahun satu kali. Pelaksanaanya pada Februari 2017 ini, terintegrasi dengan imunisasi vitamin-A yang diberikan setahun satu kali. “Caranya, obat cacing itu akan diminumkan, setelah anak diberi imunisasi vitamin-A,” imbuh Subiyono.

Hal yang perlu dijelaskan kepada masyarakat, lanjutnya, adalah ukuran dosis obat cacing Albyang diberikan kepada masing-masing anak tidak sama, disesuaikan dengan usianya. Yakni, untuk anak usia 12 – 24 bulan, dosisnya setengah tablet, anak usia 24 – 59 bulan, dosisnya satu tablet. Obat cacing yang diberikan, adalah Albendazole, isi 400 miligram. 

“Stok Albandazole di DKK Kudus, sebanyak 173.940 butir, sedangkan sasaran balita di Kabupaten Kudus, 167.276 anak. Jadi lebih dari cukup, karena masih ada kelebihan sebanyak 5.468 butir,” sebutnya.

Kasie PPPM DKK Kudus itu menegaskan, pemberian obat cacing yang tujuannya untuk mencegah penyakit cacingan, khususnya pada balita sangat diperlukan dan merupakan keharusan. Pasalnya, penyakit cacingan yang berakibat menurunnya daya tahan tubuh yang berdampak mudah terserang penyakit. 

“Selain itu, juga bisa menghambat pertumbuhan, sehingga menjadi stunting. Jangan sampai generasi kita, menjadi generasi yang kuntet.” (DM/AM)

No comments

Powered by Blogger.