Cerita Dibalik Perubahan Nama Pengkol Menjadi Purwosari

LINTASKUDUS.ISKNEWS.COM, Lintas Kudus – Dahulu pada tahun 1942, Kelurahan Purwosari merupakan sebuah daerah yang bernama Desa Pengkol, dengan kepala desa pertama yang bernama Saryo.

Nama Pengkol diambil lantaran gambar peta wilayah desa tersebut berbentuk mengkal-mengkol (tidak lurus dalam bahasa Jawa -red), dan berbentuk menyerupai wayang. Dari bentuknya yang mengkal-mengkol tersebut, kemudian oleh masyarakat sekitar disebut Pengkol.

Menurut Lurah Purwosari, Teguh Widodo (56) saat ditemui media ini, Senin (05-02-2018), bahwa dahulu pada masa pemerintahan Kepala Desa (Kades) pertama pada tahun 1942 – 1965, mata pencaharian penduduk Desa Pengkol didominasi oleh profesi kurang baik, misalnya banyak terdapat tempat hiburan di sana. Hal tersebut kemudian menjadikan nama desa dipandang kurang baik.


Bergulirnya waktu dan kepemimpinan Desa Pengkol oleh kades baru yang bernama Maswan dari tahun 1965 -1979. Desa mengalami sejumlah perubahan yang signifikan, salah satunya pembersihan citra Desa Pengkol yang dianggap kurang baik, hingga terpaksa mengganti nama desa tersebut.

“Pada masa pemerintahan Maswan, Desa Pengkol dibersihkan namanya menjadi desa yang baik dan terhormat. Adapun proses pembersihan nama desa tersebut, dilakukan dengan merangkul sejumlah ulama dan sesepuh desa, untuk menghiasi Desa Pengkol dengan kajian agama,” tuturnya.

Tak hanya itu, Maswan juga melakukan perubahan nama Desa Pengkol menjadi Desa Purwosari. Kemudian pada tahun 1979, Desa Purwosari berubah lagi menjadi Kelurahan Purwosari.

“Nama Purwosari terdiri dari kata Purwo (awalan atau permulaan –red) dan Sari (titisan dari nilai yang baik – red). Secara keseluruhan diartikan sebagai kawitane titisan sing apik atau awalan dari sesuatu yang baik,” kata Teguh.

Dengan pemberian nama Purwosari diharapkan, mampu menjadi suatu awal yang baik bagi masyarakat. Setelah penggantian nama tersebut, Kelurahan Purwosari mulai dihiasi banyak pondok pesantren dan melahirkan citra baru sebagai kawasan yang baik dan terhormat, seperti yang masyarakat kenal saat ini. (NNC/AM)

No comments

Powered by Blogger.